Ilustrasi alat kesehatan.
Dengan sistem online diharapkan temu muka semakin sedikit untuk meminimalisir deal 'jalan belakang'.

Untuk mencegah masuknya alat kesehatan impor dibawah standar dan potensi korupsi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan registrasi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga secara online.

Pengadaan alkes secara online atau e-Regalkes dan Single  Sign On (SSO) ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan alat kesehatan.

"Dengan sistem online diharapkan temu muka semakin sedikit untuk meminimalisir deal jalan belakang," ujar Direktur Jenderal Bina Farmasi Kemenkes, Maura Linda Sitanggang, Jumat (21/12).

Dalam sambutannya Menkes, Nafsiah  Mboi mengatakan dengan sistem ini pemohon perijinan tidak perlu datang  ke Unit Layanan Terpadu di Jakarta karena semua dokumen perizinan bisa  disampaikan secara elektronik.

"Diharapkan dengan kemudahan dalam  mendapatkan ijin edar maka dapat mencegah dan mengurangi masuknya alat  kesehatan ilegal atau tidak terdaftar ke wilayah Indonesia," katanya.

Menurutnya, melalui mekanisme Indonesia National Single Window, semua alat kesehatan yang dikategorikan larangan terbatas harus  mendapat izin edar dari Kemenkes.

Dengan mekanisme ini diharapkan  Alkes impor di bawah standar seperti teknologi yang membahayakan  manusia dan lingkungan serta bermutu rendah tidak akan bisa masuk ke  wilayah Indonesia.

Penulis: