Deputi Bidang Pengawasan Produk, Terapatik dan Napza, BPOM, Dra. A. Retno Tyas Utami, Apt. dalam "Media Gathering: Penyalahgunaan Dekstrometorfan" di Gedung BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/10).

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) kembali menemukan 59 jenis Obat Tradisional (OT) yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) beredar di pasaran. Sebanyak 57 jenis di antaranya merupakan produk obat terlarang atau tidak terdaftar (ilegal). Terhadap produk yang berbahaya tersebut, Badan POM mengeluarkan peringatan publik (public warning) agar masyarakat tidak mengonsumsinya.

Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen Badan POM Bahdar Johan Hamid mengatakan, BKO yang diidentifikasi dicampur dalam OT merupakan hasil pengawasan dari periode Oktober 2012 sampai Oktober 2013. BKO tersebut didominasi oleh penghilang rasa sakit dan obat rematik, seperti parasetamol dan fenilbutason, serta obat penambah stamina atau aprosidiaka seperti sildenafil.

"Oleh karena itu, Badan POM menerbitkan peringatan atau public warning dengan tujuan agar masyarakat tidak mengkonsumsi OT-BKO karena dapat membahayakan kesehatan," kata Bahdar, dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (8/11) siang ini.

Bahdar mengatakan, sebagai tindak lanjut terhadap temuan OT-BKO tersebut, Badan POM telah melakukan penarikan produk dari peredaran dan dimusnahkan. Untuk OT yang telah terdaftar dan ditemukan mengandung BKO, nomor izin edarnya dicabut serta diproses secara pro-justitia bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya.

Ia menambahkan, selama dua tahun terakhir sebanyak 44 kasus diajukan ke pengadilan, namun sanksi paling tinggi yang diputuskan pengadilan berupa berupa pidana kurungan dua tahun dan pidana denda Rp 22,5 juta.

Untuk menanggulangi peredaran dan menangani kasus OT-BKO, Badan POM terus melakukan koordinasi lintas sektor. Di antaranya dengan pemerintah daerah kabupaten/kota, Dinas kesehatan, Dinas Perindustrian, dan Dinas Perdagangan serta asosiasi masyarakat.

Selain itu, dilakukan pula pembinaan atau advokasi kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sentra-sentra produksi jamu, seperti Banyuwangi serta Sukoharjo.

Kepada pelaku usaha yang memproduksi atau mengedarkan OT-BKO, ia mengimbau dengan tegas untuk menghentikan kegiatan tersebut. Kegiatan memproduksi atau mengedarkan OT-BKO merupakan pelanggaran tindak pidana yang dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepada masyarakat, Bahdar juga mengimbau untuk tidak mengonsumsi OT-BKO karena dapat menyebabkan risiko bagi kesehatan bahkan dapat berakibat kematian. Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke Badan POM apabila menduga adanya produksi dan peredaran OT secara ilegal kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM di Jakarta dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000.

Bisa juga melalui email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id atau Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Berikut 59 OT BKO tersebut dikemukakan Plt Kepala Badan POM Hayatie Amal, sebagai berikut:

1. Chang San Beruang kapsul (mengandung paracetamol, sildenafil sitrat, tadalafil, dan kafein)

2. Ibnu Sina kapsul (mengandung sildenafil sitrat dan tadalafil)

3. Viagra X kapsul (mengandung sildenafil sitrat)

4. On Man Pembangkit Tenaga Perkasa cairan obat dalam (mengandung sildenafil sitrat)

5. Kapsul asam urat flu tulang cikungunya cap Suramadu kapsul (mengandung paracetamol)

6. Zinkzhae (mengandung prednison dan siproheptadin hidroklorida)

7. Ramuan tradisional (Demuk) Gemuk, Sehat dan Nafsu Makan kapsul (mengandung siproheptadin hidroklorida)

8. Performa Epidemedium kapsul dengan nomor edar TI 114345501 (mengandung tadafil)

9. Saplingtan Powder (mengandung paracetamol dan kafein)

10. Asmur TOP (Topnya Anti Asam Urat kapsul) mengandung paracetamol dan natrium diklofenak

11. Daun Binahong kapsul (mengandung paracetamol, fenilbutason dan piroksikam)

12. Lida Slimming capsule (mengandung sibutramin hidroklorida)

13. Jinten Hitam kapsul (mengandung paracetamol)

14. Pegal linu lalurat cap madu klanceng cairan obat dalam (mengandung fenilbutason)

15. Asam urat jamur mas cairan obat dalam (mengandung fenilbutason dan deksametason)

16. Pegal linu cap madu Klanceng cairan obat dalam (mengandung fenilbutason dan deksametason)

17. Thing Bao Sari Mahkota Dewa kapsul (mengandung parasetamol dan fenilbutason)

18. Amuraten cairan obat dalam (mengandung deksametason, parasetamol dan piroksikam)

19. Alma ramping ayu kapsul (mengandung teofilin)

20. Syuhga kapsul (mengandung sildenafil sitrat dan paracetamol)

21. Obat kuat tahan lama pusaka madu ekstra strong (mengandung sildenafil sitrat dan paracetamol)

22. Urat mady black kapsul (mengandung sildenafil sitrat dan paracetamol)

23. Cantik langsing kapsul ( mengandung bisakodil)

24. Long Hwa Tibet Tianxiong 100 miligram tablet (mengandung sildenafil sitrat)

25. Obat kuat tahan lama Gali-gali asli kapsuk (mengandung sildenafil sitrat)

26. Africa Black Ant kapsul (mengandung sildenafil sitrat)

27. One night 8 times kapsul (mengandung sildenafil sitrat)

28. Akar ginseng serbuk (mengandung paracetamol)

29. Kapsul istimewa Gemuk sehat (mengandung deksametason)

30. Buah merah plus sea horse dan ginseng (mengandung parasetamol)

31. Dewi pelangsing (mengandung sibutramin, hidrolorida dan parasetamol)

32. Jamu tradisional Jaya Prima Gemuk Sehat A1 (mengandung parasetamol)

33. Pegal linu dan asam urat herbalin (mengandung parasetamol)

34. Kopi rempah cap Luwak Cobra serbuk (mengandung parasetamol dan sildenafil sitrat)

35. Tupai jantan kapsul (mengandung parasetamol)

36. Buah Naga merah kapsul (mengandung fenilbutason)

37. Jak Ban serbuk (mengandung deksametason)

38. Zhui Feng Tan pil (mengandung deksametason)

39. Zam-zam kapsul (mengandung parasetamol)

40. Ramuan OT Husada Dewa Plus Sirih Merah (mengandung paracetamol dan deksametason)

41. Ekstrak kapsul sumber syariat cap kuda liar (mengandung parasetamol dan fenilbutason)

42. Jamu tradisional Wali Songo kapsul (mengandung parasetamol)

43. Sesak Nafas Batuk Asma serbuk (mengandung teofilin)

44. Guar Gum Suplemen serat tinggi (mengandung sibutramin HCL)

45. Urat Kuda kapsul (mengandung sildenafil, parasetamol dan kafein)

46. Sari Pinang serbuk (mengandung natrium diklofenak)

47. Kapsul istimewa gemuk sehat (mengandung parasetamol)

48. Surya Java kapsul (mengandung parasetamol)

49. Urat Dewa kapsul (mengandung sildenafil sitrat dan kafein)

50. Tawon Liar kapsul (mengandung parasetamol dan kafein)

51. Honeymoon serbuk (mengandung sildenafil sitrat)

52. Berkah Husada Pegal Linu serbuk (mengandung fenilbutason dan parasetamol)

53. Jamu Jawa Dwipa Cap Tawon Klanceng cairan obat dalam (mengandung fenilbutason)

54. Jamu tradisional Asam Urat Cap Madu Klanceng cairan obat dalam (mengandung fenilbutason) UD Gading Oci Purnama Setya, Jatim

55. Jamu tradisional Asam Urat Cap Madu Klanceng cairan obat dalam (mengandung fenilbutason) UD Telaga Ayu Mandiri Banyuwangi, Jatim

56. Obat herbal pegal linu dan asam urat madu twn Klanceng cairan obat dalam (mengandung fenilbutason)

57. Pegal linu Mahkota Dewa cairan obat dalam (mengandung fenilbutason)

58. Jamu Gali-gali cairan obat dalam (mengandung sildenafil sitrat)

59. Jamu Amat Kwat cairan obat dalam (mengandung sildenafil sitrat)

Suara Pembaruan

Penulis: D-13/NAD

Sumber:Suara Pembaruan