1300 Relawan Pengajar Minati Kelas Inspirasi i

(kiri-kanan) Hikmat Hardono (Executive Director Indonesia Mengajar), Eufrasia Selvani Antoni (Koordinator Kelas Inspirasi Jakarta 3), Meylin Chisilia (panitia Kelas Inspirasi Jakarta 3) dan Evi Trisna (Public Engagement Manager Indonesia Mengajar).

Oleh: Kharina Triananda / FER | Sabtu, 12 April 2014 | 18:09 WIB

Jakarta - Kelas Inspirasi Jakarta yang diselenggarakan oleh Indonesia Mengajar kembali digelar tahun ini. Dalam penyelenggaraanya di tahun ketiga ini mereka berhasil mengumpulkan 1.300 pendaftar untuk menjadi relawan pengajar.

Setelah diseleksi, akhirnya panitia Kelas Inspirasi Jakarta 3 memilih 991 relawan, yang terdiri dari 747 relawan pengajar, 199 relawan fotografer dan 45 relawan videografer untuk mengikuti program ini di kota Jakarta.

Dalam program ini para relawan adalah pekerja profesional yang berasal dari berbagai usia dan profesi. Beberapa dari mereka juga datang dari luar kota dan bahkan ada yang datang dari Brunei Darussalam.

Mereka akan cuti kerja pada 24 April nanti untuk mengajar dan mengenalkan profesi mereka masing-masing dengan cara yang kreatif ke 62 Sekolah Dasar (SD) di Jakarta yang termasuk ke dalam golongan sekolah marjinal. Program seperti ini dikenal di beberapa sekolah dan di luar negeri sebagai Career Day.

"Kita melakukan observasi sebelumnya tentang latar belakang dan pekerjaan orang tua para siswa. Sekolah-sekolah yang akan kita kunjungi sebagian besar orang tuanya berpenghasilan minim. Seperti, pedagang sayuran di pasar tradisional, pemulung dan sebagainya. Kalau di sekolah yang bagus, program Career Day seperti ini sudah banyak diterapkan," ujar Eufrasia Selvani Antoni, Koordinator Kelas Inspirasi Jakarta 3 pada acara jumpa pers di Jakarta, Sabtu (12/4).

Di tahun ketiga ini, animo masyarakat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah kota yang ikut serta pun meningkat jauh dibandingkan pada penyelenggarannya yang pertama di 2012.

Menurut Evi Trisna, Public Engagement Manager Gerakan Indonesia Mengajar, bahwa di 2012 hanya 6 kota yang ikut serta mengadakan Kelas Inspirasi, sedangkan hingga tahun ini jumlahnya terus meningkat hingga 31 kota. Selain itu, tercatat hingga April 2014 ini sekitar 2.500 relawan di 17 kota berkontribusi di Kelas Inspirasi.

"Memang acara kita hanya setahun sekali, namun dampaknya sangat besar. Ada beberapa relawan yang melanjutkan aktifitas Kelas Inspirasi ke SD-nya dulu dan dia bergerak seorang diri. Bahkan ada kepala sekolah salah satu SD yang terinspirasi dan menerapkannya secara berkelanjutan," ungkap Evi.

Dikatakannya, bila menunggu program seperti ini di lembagakan prosesnya pasti akan panjang. Sedangkan, Kelas Inspirasi ini bisa membantu pendidikan Indonesia untuk lebih baik lagi.

Penyeleksian relawan pun cukup ketat, para pendaftar akan dilihat berapa lama ia bekerja di profesi tertentu dan semenarik apa essai mereka mengenai profesi yang mereka sedang jalani.

"Kita usahakan agar seimbang, tidak ada satu profesi yang mendominasi. Dengan begitu anak-anak akan mendapat informasi lebih banyak," tutur Evi.

 


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT