Salah satu kegiatan belajar-mengajar yang digelar oleh Gerakan Indonesia Mengajar.

Kelas Inspirasi Bantu Tingkatkan Mutu Pendidikan

Salah satu kegiatan belajar-mengajar yang digelar oleh Gerakan Indonesia Mengajar. (Indonesiamengajar.org)

Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar, Hikmat Hardono, mengatakan, Kelas Inspirasi (KI) merupakan salah satu cara untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan melalui program-program peningkatan mutu pendidikan yang menginspirasi siswa.

Dia menyebutkan, KI merupakan salah satu program yang sudah berjalan sejak 2012 dan masih berkaitan dengan Indonesia Mengajar (IM). Program ini tidak hanya diselenggarakan di Jakarta tetapi juga di kota lain.

"Adanya KI ataupun IM untuk menjawab jika pendidikan merupakan tanggung jawab bersama sehingga masyarakat dan pemerintah harus beriringan untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa," kata Hikmat, pada acara jumpa pers Kelas Inspirasi Jakarta#4, di Pavilliun 28, Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

Dia menambahkan, seharusnya permasalahan pendidikan bukan menjadi tanggung jawab sekelompok atau segelintir orang, namun harus menjadi tugas bersama.

Selain itu, Hikmat mengatakan, sejauh ini KI mengalami peningkatan peminat. Tercatat untuk tahun ini, ada 1.500 orang yang mendaftar. Hal tersebut diketahui dari jumlah pendaftar pada laman KI. Meskipun demikian, hanya 1.100 orang relawan yang diterima karena diseleksi lagi.

Hikmat menjelaskan, menjadi seorang relawan KI harus lolos tes seleksi yang dilihat dari hasil esai para pendaftar. Para relawan tersebut akan disebarkan ke-71 sekolah dasar (SD) di Jakarta.

Hikmat mengungkapkan, tujuan adanya KI agar siswa SD diberi semangat dari kisah para relawan yang berhasil, karena KI adalah gerakan para profesional yang turun ke SD selama sehari.

"Para relawan itu akan berbagi cerita dan pengalaman kerja dan memberikan motivasi kepada para siswa untuk meraih cita-cita," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Koordinator KI Jakarta#4, Nalendra Wiryawan, menilai, program KI tidak bisa memperbaiki pendidikan secara instan. Namun 10 atau 15 tahun mendatang akan terlihat efek dari program KI maupun IM, karena terlihat dari empat tahun terakhir sudah ada 106 kota yang melaksanakan program tersebut dan telah menjaring puluhan ribu panitia serta relawan.

Nalendra mengharapkan, KI dapat menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional dan juga memperkenalkan para relawan akan kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan Indonesia.

Di sisi lain, dia katakan, agar para relawan dapat menginspirasi anak-anak dengan cerita-cerita untuk menjadi bibit dan bekal para siswa dalam bermimpi.

"Ini juga dapat merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka," ujarnya.

Maria Fatima Bona