Angka Terinfeksi HIV-AIDS di Indonesia Terus Meningkat

Ilustrasi HIV/AIDS (istimewa)

Oleh: Indah Handayani / CAH | Kamis, 24 November 2016 | 09:19 WIB

Jakarta - Ketika negara Asia Pasifik lain mengalami penurunan jumlah terinfeksi HIV/AIDS, Indonesia justru mengalami peningkatan dalam jangka waktu lima tahun belakang, yaitu 2010 – 2015.

Berdasaran data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) selama Januari hingga Maret 2016, ada 7.146 kasus HIV dan 305 kasus AIDS di Indonesia. Ini berarti rata- rata setiap 1 hari ada 90 orang yang terinfeksi virus HIV virus, dan 5 orang yang meninggal karena AIDS. Sedangkan perbandingan kumulatif rasio HIV-AIDS antara pria dan wanita adalah 2 banding 1, yang berarti mayoritas terinfeksi HIV-AIDS di Indonesia adalah pria.

Deputy General Manager Condoms Business Unit PT DKT International yang juga membawahi brand alat kontrasepsi Sutra dan Fiesta Pierre Frederick mengungkapkan ketika negara lain di Asia Pasifik mengalami penurunan jumlah terinfeksi, Indonesia justru mengalami peningkatan pada jumlah terinfeksi HIV/AIDS selama lima tahun belakang 2010 – 2015. Kasus AIDS terbesar di Indonesia ditemukan pada umur 20-29, dan penyebab utama dari kasus tersebut adalah karena hubungan seksual yang tidak terproteksi.

Mirisnya lagi, lanjut dia, jumlah masyarakat umum yang terinfeksi HIV seperti Ibu Rumah Tangga, Karyawan, maupun Pekerja Wiraswasta justru lebih tinggi dibandingkan dengan populasi kunci. “Meningkatnya angka HIV-AIDS di Indonesia perlu menjadi sebuah perhatian dan ditindak lebih lanjut. Edukasi serta kegiatan mendidik tentang pentingnya pencegahan serta berhubungan seks yang aman akan menekan angka penularan guna melindungi diri dan pasangan,” ungkap Pierre di Jakarta, belum lama ini.

Pierre menambahkan kesadaran untuk menggunakan kondom dan menjadi pria bertanggung-jawab seharusnya lebih besar daripada membiarkan ego untuk melakukan hubungan seks tanpa pengaman yang dikhawatirkan akan beresiko tinggi tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga pasangan. Untuk itu, program pencegahan HIV di Indonesia saat ini salah satunya telah menaruh perhatian besar terhadap pentingnya penggunaan kondom. Hal ini dikarenakan kondom merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat melindungi diri dari HIV maupun Infeksi Menular Seksual lainnya.

“Faktanya, dengan menggunakan kondom secara konsisten dan benar akan 10.000 kali lebih terlindungi. Dengan meningkatnya usaha pencegahan, diharapkan kita dapat menghentikan laju epidemi HIV di kehidupan masyarakat dan keluarga,” tutup dia.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT