Presiden: Jumlah Insinyur di Indonesia Masih Rendah

Presiden: Jumlah Insinyur di Indonesia Masih Rendah
Presiden Joko Widodo (tengah) menerima kunjungan jajaran pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Istana Merdeka, Jakarta, 19 Mei 2015. ( Foto: Antara/Andika Wahyu )
Novy Lumanauw / FMB Selasa, 7 Februari 2017 | 16:55 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan sebaik-baiknya bonus demografi yang dimiliki melalui pemerataan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan pemberian beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)‎ dan pendanaan riset untuk mendorong kualifikasi pendidikan di Indonesia.

"Pada 13 tahun ke depan, kita akan memiliki banyak sekali SDM yang berada pada puncak usia produktif," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/2).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla membahas tentang Optimalisasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Presiden mengatakan proporsi SDM dengan kualifikasi pendidikan di Indonesia hanya 7,2 persen dari angkatan kerja. Padahal negara tetangga Malaysia skor pendidikannya sudah mencapai 20,3 persen dan negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) ‎sebesar 40,3 persen.

Selain itu, kata Presiden, jumlah insinyur per 1 juta penduduk di Indonesia jauh lebih rendah. Di Indonesia hanya 2.671 insinyur untuk per 1 juta penduduk, dibandingkan Malaysia yang jumlahnya mencapai 3.333 insinyur, Vietnam 9.037 insinyur, dan Korea Selatan 25.309 insinyur.

"Untuk itu, saya ingin menekankan investasi di bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa pendidikan tinggi maupun riset menjadi sangat penting bagi negara kita, untuk maju di masa yang akan datang," katanya.

Dikatakan, selama ini LPDP telah mengelola dana pendidikan APBN melalui mekanisme pengeloalan dana abadi, yang disalurkan melalui beasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan Strata 2 dan Strata 3.

Saat ini, LPDP telah menyalurkan beasiswa kepada 16.295 orang, yang terdiri atas 8.406 penerima beasiswa dalam negeri dan 7.889 penerima beasiswa uar negeri.

"Agar investasi pendidikan ini betul-betul fokus, tepat, dan terarah, saya minta program LPDP, baik itu pendanaan riset maupun rehabilitasi pendidikan lebih dioptimalkan lagi," katanya.

Presiden mengatakan, optimalisasi wajib dilakukan agar dapat dijadikan sebagai instrumen pemerataan kesempatan bagi anak bangsa yang berprestasi di seluruh pelosok Tanah Air, khususnya yang berada di daerah tertinggal.

"Investasi pengembangan SDM harus sejalan dan sinkron dengan prioritas pembangunan kita. Itu artinya program beasiswa LPDP harus fokus untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dalam bidang keilmuan yang menjadi unggulan dan prioritas kita, baik di sektor maritim dan kelautan, sektor energi, sektor pangan serta sektor industri manufaktur sampai dengan sektor pengembangan ekonomi kreatif," kata Presiden Jokowi.



Sumber: Investor Daily