STPPH Luncurkan Program Magister Pariwisata Berbasis Industri

Rektor Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) Jonathan L Parapak (kanan) didampingi Ketua STPPH, Diena Mutiara Lemy (kiri) memukul gong saat meluncurkan program magister pariwisata STPPH di Karawaci, Tangerang, Banten, Senin 10 April 2014. (SP/Fatima Bona)

Oleh: Maria Fatima Bona / AB | Rabu, 12 April 2017 | 11:02 WIB

Tangerang - Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan(STPPH) Diena Mutiara Lemy mengatakan kurangnya tenaga profesional di bidang bisnis pariwisata di Indonesia menjadi tantangan terbesar bagi lembaga pendidikan yang dipimpinnya dalam memanfaatkan peluang bisnis industri pariwisata. Untuk menciptakan lulusan berdaya saing, meluncurkan program magister pariwisata STPPH. Peluncuran yang dilakukan Rektor STPPH Jonathan L Parapak ditandai pemukulan gong sebanyak lima kali pada di kampus STPPH Karawaci, Tangerang, Senin (10/4). 

“Melalui program magister pariwisata ini, kami ingin berkontribusi menghasilkan insan pariwisata bagi Indonesia yang menguasai ilmu di bidangnya, beriman, dan memiliki karakter yang memuliakan Tuhan," kata Diena melalui siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (12/4).

Dikatakan, keberanian STPPH membuka program S-2 karena didukung pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan pariwisata sejak 1995. STPPH memiliki tim pengajar yang kompeten dan berpengalaman, serta networking dengan dunia industri. Keunggulan program magister pariwisata STPPH terletak pada pendidikan yang memampukan peserta didik untuk siap membuka bisnis di bidang pariwisata.

“Hal ini mengingat bisnis ini masih terbuka luas, terutama pada empat bidang, yaitu bisnis hospitality, travel, destinasi, dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition, Red),” tambahnya.

Diena menyebutkan beberapa hal yang menjadi tantangan dalam bisnis pariwisata. Pertama, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing tidak hanya dengan sesama lulusan dari pendidikan pariwisata di Indonesia, tetapi juga dengan lulusan di bidang pariwisata dari ASEAN yang semakin terbuka lebar.

Kedua, penyediaan infrastruktur yang dapat mengangkat destinasi pariwisata Indonesia ke dunia internasional.

Ketiga, mengangkat pariwisata Indonesia menjadi pariwisata yang berkelanjutan, yaitu pariwisata yang bertanggung jawab dan memperhatikan kelanjutan hingga generasi ke depan.

Tantang tersebut sudah diantisipasi STPPH dengan program studi yang memenuhi kebutuhan pendidikan kepariwisataan yang berwawasan luas melalui keterampilan di bidang pengembangan dan perencanaan pariwisata, teknik penelitian, studi budaya regional dan lintas budaya, serta pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Bahkan, mahasiswa STPPH dibekali berbagai soft skill dan pengetahuan khusus di bidang bisnis pariwisata lewat pelatihan berbasis industri dan studi lapangan.

Melalui program magister pariwisata, Diena optimistis mampu meningkatkan kualitas profesional di bidang bisnis pariwisata Indonesia serta mampu mengambil peluang bisnis industri pariwisata yang bertumbuh pesat.

Program magister pariwisata STPPH mulai berlangsung Agustus 2017. Program ini terbuka bagi lulusan sekolah tinggi pariwisata dan juga sarjana dari berbagai bidang. Untuk lulusan di luar bidang pariwisata harus mengikuti matrikulasi.

Para mahasiswa akan mengikuti kuliah di kampus STPPH Karawaci, Tangerang, setiap Jumat dan Sabtu. Dengan demikian, program ini dapat diikuti profesional sambil tetap bekerja.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT