Sumber Selera Dukung Kader Pengentasan Gizi Buruk di Tangerang

General Manager Operations PT Sumber Prima Anugerah Abadi, Mumu Alqodir, mengukuhkan kader pelaksana Program Perbaikan Gizi Berbagi Kelezatan Sumber Selera, di Desa Tegal Angus, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Sabtu, 29 Juli 2017 | 21:12 WIB

Jakarta - Sukses meluncurkan Program Berbagi Kelezatan, PT Sumber Prima Anugrah Abadi bekerja sama dengan PKPU Human Initiative, menghadirkan jajaran kader pelaksana program Berbagi Kelezatan di Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten.

General Manager Operations PT Sumber Prima Anugerah Abadi, Mumu Alqodir, mengatakan, program ini sukses menghimpun donasi dari hasil penjualan sebesar Rp 50.000.000. Donasi yang terkumpul, lanjut dia, disalurkan melalui PKPU Human Initiative untuk menopang tugas para kader guna mengentaskan kekurangan gizi.

"Untuk program tahun ini, para kader yang dipilih berasal dari masyarakat sekitar yang dipilih secara ketat. Mengingat gizi erat kaitannya dengan masa depan anak-anak. Oleh karenanya, perusahaan memandang penting peran kader sebagai ujung tombak kesuksesan program kali ini," kata Mumu, dalam siaran persnya, Sabtu (29/7).

Untuk itu, Mumu menegaskan, kader yang terpilih bukan hanya karena passion semata. Tetapi, berdasarkan pada seberapa luas pengetahuan mereka tentang gizi serta seberapa dekat mereka dengan keseharian anak-anak di wilayah tersebut.

"Hal ini penting karena kalau mereka tidak paham tentang itu semua, maka khawatirnya program tidak tepat sasaran," tambah Mumu.

Sementara itu, Direktur Kemitraan PKPU, Andjar Radite, mengungkapkan, para kader yang terpilih nantinya bakal dibina oleh PKPU Human Initiative bekerja sama dengan petugas kesehatan pemerintah desa setempat. Mereka akan terjun langsung kelapangan melakukan berbagai rangkaian pendekatan dalam rangka perbaikan gizi anak-anak selama 3 bulan.

"Dalam program ini, para kader akan menyelenggarakan intervensi gizi seimbang secara holistik guna memastikan periode emas 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dapat diraih dengan sebaik-baiknya oleh anak-anak di wilayah tersebut," tegasnya.

Tidak hanya melakukan pemantauan perkembangan gizi anak-anak dan ibu penerima manfaat, para kader juga memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat sekitar sehingga pengetahuan mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta memperhatikan asupan gizi anak-anak bisa bertambah.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT