Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin

Ilustrasi Kanker Serviks (Istimewa)

Oleh: Hendro D Situmorang / CAH | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 16:16 WIB

Tangerang - Kanker serviks atau yang biasa dikenal kanker leher rahim menjadi momok yang menakutkan bagi wanita. Tidak hanya di Indonesia, kanker serviks juga menjadi ancaman mematikan bagi wanita di seluruh dunia.

Dokter Spesialis Obgyn Siloam Hospitals, dr Dyana Safitri Velies Sp.OG, MKes mengatakan menegaskan penyakit ini harus dicegah sedini mungkin sebelum terlambat. Salah satu mencegah kanker serviks, cara terbaik adalah dengan menjaga perilaku seks secara sehat serta aktif memeriksakan diri.

"Di samping itu melakukan vaksinasi anti kanker serviks juga wajib dilakukan oleh wanita. Ini sebagai langkah deteksi dini, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Paket vaksin HPV guna melindungi diri dan angota keluarga dari resiko human papiloma virus sebagai penyebab kanker serviks pada wanita dan kulit kelamin pada pria," ujar dia pada keterangannya tentang Merdeka dari Kanker Serviks, Sabtu (12/8).

Menurut dr Safitri pencegahan awal bisa dimulai sejak berusia 10 tahun dengan melakukan vaksinasi sekali suntik gardasil dan kini tengah ada promo di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam, Lippo Village, Tangerang seharga Rp 800.000. Sementara kanker serviks dapat dideteksi dengan melakukan tes pap smear plus 1 x suntik gradasil yang senilai Rp 975.000 secara teratur.

Dikatakan, kebanyakan kasus dari kanker serviks ini disebabkan oleh sebuah virus bernama Human Papilloma virus (HPV). Yang wajib diketahui adalah wanita dari segala usia yang sudah pernah melakukan hubungan seksual memiliki resiko untuk mengalami kanker ini. Karena itu, sebagai wanita harus waspada dan mengetahui apa saja gejala awal kanker serviks seperti pendarahan dari vagina, keluarnya cairan tidak wajar dari vagina dam gejala lanjutan.

"Seks bebas merupakan salah satu penyebab yang bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Ini menjadi pembunuh kanker terganas setelah kanker payudara. Untuk itu berhati-hatilah karena pada tahap awal penyakit ini biasanya tak ada tanda-tanda atau gejala yang muncul. Inilah kenapa wanita disarankan secara rutin menjalani pap smear untuk mendeteksi jika ada masalah pada serviks seperti lesi pre kanker," ungkap dia.

Gejala yang lebih jelas terlihat baru akan muncul atau dirasakan jika sel kanker sudah menyebar sampai ke bagian dalam jaringan serviks. gejala tersebut muncul ketika sel pre kanker dibiarkan dan tidak ditangani sehingga berkembang menjadi kanker serviks yang invasif.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT