Hasil Indonesia Housing Forum Akan Dibawa ke Tingkat Internasional

Hasil Indonesia Housing Forum Akan Dibawa ke Tingkat Internasional
Suasana Indonesia Housing Forum 2017. ( Foto: Dok. UPH )
Maria Fatima Bona / FMB Sabtu, 2 September 2017 | 09:12 WIB

Karawaci - Univeristas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah Indonesia Housing Forum 2017 yang diselenggarakan di UPH, Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (30/8). Ketua Panitia Julia Dewi, mengatakan, forum ini bertujuan untuk dapat mendengarkan masalah-masalah yang biasa dihadapi di lapangan dari berbagai pihak terkait, baik itu dari segi industri, pemerintahan, akademisi dan NGO.

“Jadi kami mengumpulkan setiap kalangan agar bersinergi untuk mengumpulkan isu-isu apa yang perlu kita pikirkan bersama-sama. Di mana permasalahan dari Indonesia ini nantinya juga akan di-share pada Asia Pacific Housing Forum," kata Julia berdasarkan siaran pers yang diterima SP, Sabtu(2/9).

Ia menambahkan, Indonesia Housing Forum ini dihadiri oleh oleh sekitar 150 orang dari berbagai pihak, yang terdiri dari instasi, praktisi, NGO, birokrasi, organisasi, dan akademisi.

Forum ini bertemakan ‘Inclusive and Resilient Housing: Indonesia’s Experience’ ini diinisiasi oleh Habitat for Humanity sebuah global NGO yang berfokus membangun rumah layak huni bagi masyarakat desa tertinggal. Ia menyebutkan, Habitat for Humanity Indonesia menganggap rumah adalah faktor yang sangat penting untuk memutus rantai kemiskinan.

Sementara itu, Rektor UPH Jonathan L. Parapak, mengatakan, forum ini merupakan bagian dari Asia Pacific Housing Forum yang telah terselenggara sejak 2007 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

"Asia Pacific Housing Forum 6 akan diadakan pada 4-7 September 2017 di Hong Kong. Forum ini bertujuan mengumpulkan pemikiran-pemikiran terbaik untuk mewujudkan perumahan layak huni di Indonesia yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Pendiri Habitat for Humanity di Indonesia ini.

Parapak juga mengatakan, forum ini diadakan sebagai cerminannya kepedulian terhadap masyarakat. Peduli terhadap perumahan, peduli mengenai pendidikan, peduli mengenai kualitas pendidikan.

Selanjutnya, Parapak menyebutkan, pembangunan masyarakat tidak hanya di kota tapi juga di daerah terpencil. "Itulah semangat dari Habitat dan UPH. Indonesia adalah negeri tercinta yang dikaruniakan kepada kita, karena itu kewajiban kita untuk berpikir apa yang bisa kita lakukan bagi negara, khususnya permasalahan housing yang akan dibahas. Semoga forum ini menghasilkan pemikiran untuk anak bangsa untuk kesejahteraan," ucapnya.

Lebih lanjut, Parapak mengatakan, UPH akan mengumpulkan seluruh hasil diskusi dan berencana untuk mempublikasikan hasil Forum Diskusi ini dengan harapan permasalahan-permasalahan rumah layak huni tersebut dapat lebih tersosialisiasi.
“Karena UPH sebagai akademisi tidak hanya sebatas melakukan pengajaran dan penelitian, tapi juga terjun memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tidak hanya cukup hanya berwacana tapi juga berpraktik menghasilkan karya nyata untuk membangun masyarakat”, ucapnya.

Forum ini menghadirkan keynote speaker ahli yang memiliki latar belakang sebagai arsitektur, diantaranya adalah Guru Besar Purnabakti UI yang juga merupakan ketua tim ahli bangunan gedung arsitektur perkotaan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Gunawan Tjahjono.

Menurut Gunawan, pembangunan adalah untuk membentuk manusia yang utuh dan luhur yang mampu mengatasi segala macam tantangan yang ada. “Membangun adalah membangun manusia, tidak hanya jumlah angka saja yang menunjuk kepada jumlah kebutuhan tapi bagaimana menerjemahkan angka tersebut menjadi suatu bentuk nilai luhur. Saya berharap apa yang didiskusikan dapat berdampak kepada para pihak pengambil kebijakan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com