Dijamin BPJS Kesehatan, Rumah Sakit Kebanjiran Pasien Cuci Darah

Ilustrasi alat cuci darah (Istimewa)

Oleh: Dina Manafe / FMB | Minggu, 12 November 2017 | 20:29 WIB

Jakarta - Meski masih banyak persoalan di dalam pelaksanaannya, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Mereka yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan pengobatan karena kendala biaya atau minimnya akses terhadap fasilitas kesehatan, sekarang lebih dimudahkan. Salah satunya adalah pasien hemodialisa atau cuci darah.

Sejak program JKN-KIS diberlakukan 1 Januari 2014, euforia pasien hemodialisa untuk berobat ke rumah sakit semakin meningkat. Salah satu rumah sakit yang kebanjiran pasien hemodialisa adalah Rumah (RS) Kartika Pulomas, Jakarta Timur.

Direktur RS Kartika Pulomas, Feronika Hardanti, mengatakan, hemodialisis adalah jenis terapi yang berbiaya mahal. Biaya sekali cuci darah sebesar Rp 1 juta, dan 80 persen pasien menjalaninya seumur hidup. Dulu, yang melakukan cuci darah kebanyakan yang mampu secara finansial. Banyak pasien sedapat mungkin menghindari cuci darah.

Tetapi, saat ini terapi cuci darah tersebut sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pasien gagal ginjal tidak perlu dipusingkan dengan biaya cuci darah yang dijalaninya seumur hidup. “Semua pasien cuci darah yang kami layani adalah peserta BPJS Kesehatan,” kata Feronika dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (12/11).

Menurut Feronika, RS Kartika ini belum lama melayani pasien cuci darah. Meski begitu, jumlah pasien gagal ginjal yang menjadi pasien tetap cuci darah di rumah sakit tersebut jumlahnya sudah cukup banyak. Mereka tidak hanya berasal dari Jabodetabek, tapi juga daerah lain.

“Saat ini ada 48 pasien kami yang menjalani cuci darah rutin dua kali dalam seminggu. Tapi dengan 11 mesin, kami baru bisa melayani 60 persen dari kebutuhan. Kami rencana akan menambah 18 mesin lagi,” kata Feronika.

Beberapa pasien, kata Feronika, harus mengantre untuk cuci darah karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit. Tidak semua rumah sakit juga memiliki fasilitas hemodialisa. Pasien baru yang mengantre atau menunggu giliran untuk cuci darah mencapai 20-25 orang.

Feronika menambahkan, dengan penggunaan peralatan baru dan serba canggih, pasien cuci darah peserta BPJS Kesehatan tidak dipungut biaya tambahan apapun. Mereka bisa melakukannya dengan gratis sepanjang pembayaan iuran ke BPJS Kesehatan tidak menunggak atau bermasalah.

Cuci darah adalah terapi yang harus dijalani oleh pasien gagal ginjal. Ini adalah terapi teknologi tinggi dimana darah dialirkan melalui mesin yang dapat menyaring sisa metabolisme, zat kimia yang tidak dibutuhkan agar keluar dari tubuh. Hemodialisa berfungsi menyingkirkan sisa metabolisme tubuh, mengeluarkan kelebihan air dalam tubuh serta menjaga keseimbangan zat kimia, seperti garam dan air di dalam tubuh.

Pada beberapa kasus ginjal perlu dilakukan cuci darah. Tetapi bila penyebab penyakit ginjalnya dapat diobati maka funsgi ginjal akan kembali membaik dan tidak perlu cuci darah. Pasien cuci darah kebanyakan berusia produktif, dan sudah bekerja.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT