Filantropi Indonesia Berkolaborasi Perkuat Sistem Pendidikan

Filantropi Indonesia Berkolaborasi Perkuat Sistem Pendidikan
(ki-ka) Anggota APC sekaligus Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto; Presiden Direktur McKinsey Indonesia Phillia Wibowo; serta Ketua APC Cabang Indonesia sekaligus Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor R. Hartono, saat konferensi pers peluncuran panduan bagi filantropi Indonesia di bidang pendidikan di Jakarta 5 Desember 2017. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 5 Desember 2017 | 13:45 WIB

Jakarta- Asia Philanthropy Circle (APC) merilis laporan "Giving Guide" bagi para pegiat filantropi baik organisasi atau perusahaan di Indonesia yang tertarik berkontribusi di bidang pendidikan di Tanah Air. Dengan judul "Katalisasi Penghidupan Produktif: Panduan Intervensi Pendidikan Melalui Jalur Akselerasi Untuk Skala Besar dan Dampak Maksimal, laporan ini mendefinisikan area fokus strategis untuk mengatalisasi dampak transformatif terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

Laporan yang dibuat perusahaan konsultan global McKinsey & Company dan Alpha Beta ini menarik lebih dari 60 pemimpin dari 40 organisasi maupun korporasi di Indonesia untuk membahas berbagai langkah nyata dan kolaborasi yang dapat dilakukan bersama.

Ketua APC Cabang Indonesia, Victor Hartono mengatakan tujuan panduan ini untuk memberikan acuan praktis yang dapat membantu para filantropi dan perusahaan yang ingin memfokuskan kontribusinya secara lebih efektif bersama-sama turut memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. "Panduan ini membantu mereka memahami apa yang sedang dilakukan oleh para pegiat filantropi lainnya, memprioritaskan pekerjaan mereka di bidang yang menghasilkan dampak terbesar dan mengenal potensi untuk berkolaborasi dengan pegiat filantropi lainnya," kata pria yang juga menjabat Presiden Direktur Djarum Foundation saat peluncuran laporan "Giving Guide" di Jakarta, Selasa (5/12).

Presiden Direktur McKinsey Indonesia, Phillia Wibowo menyatakan, bila setiap perusahaan di Indonesia mendonasikan 2 persen keuntungannya untuk pendidikan, hasilnya akan 5 persen dari total pengeluaran anggaran pemerintah untuk pendidikan. "Para pegiat filantropi dapat memainkan peran besar untuk menjadi agen perubahan di seluruh sistem yang ada," kata dia.

Phillia menjelaskan ada empat bidang yang direkomendasikan bagi pegiat filantropi agar memberikan dampak besar bagi pendidikan di Indonesia yakni kegiatan tersebut harus mampu meningkatkan kualitas guru, kepemimpinan guru dan tata kelola sekolah, dan pendidikan kejuruan. Terakhir adalah pendidikan dan pengembangan anak usia dini. Setiap dolar yang diinvestasikan dalam program pendidikan anak usia dini berkualitas tinggi dapat menghasilkan imbal hasil US$ 6-l7 dalam hal pencapaian siswa yang lebih tinggi, dan penghidupan yang produktif.

Sementara anggota APC Belinda Tanoto mengatakan, proses penyusunan laporan "Giving Guide" akan menciptakan kolaborasi antarpihak yang berkecimpung di pendidikan. "APC berharap akan lebih banyak lagi kolaborasi yang memberikan dampak besar untuk sistem pendidikan di Indonesia. APC siap mendukung pegiat filantropi dengan berkumpul dan berbagi beberapa praktik terbaik yang dapat dilakukan bersama,” kata wanita yang juga menjabat Dewan Pembina Tanoto Foundation ini.

Laporan ini melibatkan lebih dari 80 ahli dan organisasi, hasil survei 49 organisasi filantropi, serta 1.OOO siswa dan l0 perusahaan. Laporan tersebut meneliti sistem pendidikan Indonesia yang merupakan sistem pendidikan terbesar keempat di dunia dengan lebih dari 50 iuta siswa, 2,6 juta pengajar dan 250.000 sekolah tersebar di seluruh Indonesia.

Perbaikan sistem pendidikan akan mendorong pertumbuhan produktivitas tenaga keria dan meningkatkan jumlah tenaga kerja siap pakai. Adapun pendidikan yang lebih baik akan mempersiapkan generasi muda Indonesia mampu bersaing di dunia internasional yang terus berubah cepat sekaligus membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 7 persen.

 



Sumber: BeritaSatu.com