SDGs Lira Targetkan Perbaikan Gizi Anak Indonesia

Ketua SDGs Lira, Hana Fadel (ist/ist)

Oleh: Mardiana Makmun / MAR | Kamis, 7 Desember 2017 | 19:00 WIB

Jakarta – SDGs Lira sebagai bagian dari Lira (Lumbung Informasi Rakyat) menargetkan dapat melakukan perbaikan gizi anak di Indonesia. Sesuai data Kementerian Kesehatan RI, saat ini jumlah anak kekurangan gizi di Indonesia mencapai 17%.

“Di Indonesia, ada 27 juta rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan 17% anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Ini harus menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat, bagaimana caranya menurunkan angka kemiskinan dan kekurangan gizi untuk menuju Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Hana Fadel, ketua SDGs Lira di sela Pelantikan Pengurus DPP Perempuan Lira dan Pengurus SDGs Lira di Jakarta, Kamis (7/12).

Langkah pertama yang dilakukan SDGs Lira, jelas Hana Fadel, adalah bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung untuk mendapatkan data dan pemetaan daerah atau provinsi mana saja. “Unpad yang memiliki data, bahkan data saat ini yang dipegang Bappenas adalah data dari Unpad. Unpad telah membuat data begitu lengkap, dengan 34 provinsi ada yang tingkat pendidikannya sudah baik. Tapi ada juga yang masih rendah. Seperti contohnya untuk kategori miskin, itu di NTT, Papua, Papua Barat. Angka kemiskinan sangat tinggi di sana,” ungkap Hana.

“Kalau kekurangan gizi hampir rata rata di daerah bagian timur. Sehingga nanti kami setelah pelantikan ini akan membuat program yang tidak lepas dari program SDGs dan juga sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo. Kita akan seiring sejalan. Tinggal nanti kita akan ditentukan oleh bappenas, di mana Lira ini akan bergerak,” lanjut Hana.

Permasalahan gizi buruk atau kekurangan gizi, kata Hana, disebabkab karena tidak meratanya pembangunan. Contoh saja, di Indonesia bagian timur angka kemiskinannya masih tinggi dibanding Indonesia bagian barat. Kuncinya adalah di pemerataan pembangunan.

“Misal, Sulawesi itu tanahnya luas. Tapi penduduk nya sedikit. Sementara di Jawa tidak terlalu luas, tapi penduduknya padat sehingga anggaran kesehatan juga besar. Nah otomatis di Indonesia Timur, anggarannya kurang karena penduduknya sedikit, padahal wilayahnya luas sekali. Jadi kita harapkan dengan mapping dari Unpad ini, otomatis anggaran dan program yang dbuat oleh pemerintah berjalan dengan tepat sasaran,”
ujar Hana.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia. Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.

17 tujuan SDGs diantaranya adalah tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, dan lain-lain.




Sumber:
ARTIKEL TERKAIT