Sabtu, Siswa SMA Sudah Bisa Daftar Perguruan Tinggi Negeri

Sejumlah peserta mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis Komputer (Computer Based Test) (Antara/Indriarto Eko Suwarso)

Oleh: Maria Fatima Bona / HA | Jumat, 12 Januari 2018 | 20:03 WIB

Jakarta - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi diluncurkan Jumat (12/1) oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Ketua panitia pusat SNMPTN dan SBMPTN 2018 Ravik Karsidi mengatakan, siswa SMA/MA dan SMK serta sederajat bisa mulai mendaftarkan diri ke perguruan tinggi negeri (PTN) mulai Sabtu (13/1) pada Pangkalan Data Sekolah Siswa ( PDSS).

“Dengan diluncurkan hari ini, mulai besok siswa sudah bisa mendaftarkan diri ke perguruan tinggi yang ingin dituju,” kata Ravik di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemrisetkdikti), Jumat (1/12).

Ravik menuturkan, penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada PTN mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi, dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

Untuk 2018, Ravik menyebutkan, pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2018 ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2017 lalu. Panitia memutuskan kuota SNMPTN minimum 30%, SBMPTN minimum 30%, dan ujian mandiri (UM) maksimum 30%.

Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini juga mengatakan, SNMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil prestasi dan mengacu pada portopolio dari PDSS. Sedangkan SBMPTN adalah seleksi berdasarkan Ujian Tertulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UNBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Sementara, UM adalah seleksi masuk yang sepenuhnya jadi wewenang perguruan tinggi.

Meski demikian, Ravik mengatakan tidak semua sekolah dapat mendaftarkan semua siswanya. Sekolah hanya mendaftarkan siswa terbaik berdasarkan akreditasi sekolah. Dalam hal ini, sekolah yang akreditasi A maka dapat mendaftar 50% siswa berprestasi terbaik. Sedangkan untuk sekolah akreditasi B 30%, C 10%, dan akreditasi lainnya hanya disediakan 5%.

Ravik juga mengatakan, calon peserta dari kalangan keluarga tidak mampu dapat mendaftar Program Bidikmisi dan harus mendaftar terlebih dahulu sebagai calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu ke laman http:/bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id .

Informasi lebih lanjut, masyarakat khususnya calon mahasiswa dapat mengakses pada laman SNMPTN di http://www/snmptn.ac.id dan http://halo.snmptn.ac.id serta call center 08041450450. Sedangkan SBMPTN melalui laman http://www.sbmptn.ac.id dan http://halo.sbmptn.ac.id dan call center 08041456456.

Berikut ini jadwal pelaksanaan SNMPTN 2018
1. Pengisian dan verifikasi PDSS 13-10 Februari.
2. Pendaftaran 21 Februari -6 Maret 2018
3. Pengumuman hasil seleksi pada 17 April 2018
4. Pendaftaran ulang perserta yang lulus seleksi di PTN masing-masing pada 8 Mei 2018 bersamaan dengan ujian tertulis SBMPTN 2018

Berikut ini jadwal SBMPTN 2018
1. Pendaftaran online UTBC dan UTK 5 April 2018
2. Pelaksanaan UTBC dan UTBK pada 8 Mei 2018
3. Ujian keterampilan 9 dan 11 Mei 2018
4. Pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli 2018

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT