Demo masak Kecap Bango

Jakarta - Kelezatan beragam kuliner nusantara Indonesia memang sudah terkenal. Oleh karena itu, masakan tradisional Tanah Air sebagai warisan leluhur perlu dilestarikan selalu dan diwarisi oleh generasi penerus bangsa.

Adalah Kecap Bango, yang secara rutin setiap tahunnya menggelar Festival Jajanan Bango (FJB). Sejak diadakan tahun 2005, FJB menjadi salah satu festival kuliner tahunan yang ditunggu mansyarakat Indonesia.

Setelah menuai sukses di empat kota, yaitu Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang yang menawarkan berbagai macam kuliner khas Indonesia yang lezat, festival ini diakhiri di Parkir Barat Senayan, Kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, akhir pekan lalu.

Marieska Widhiana, Senior Brand Manager Kecap Bango, mengatakan untuk tahun ini, pihaknya mengangkat 10 legenda kuliner Nusantara yang telah tersohor di Indonesia. FJB saat ini mengusung tema “Legenda Kuliner Nusantara” sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang mendedikasikan hidup mereka untuk pelestarian kuliner nusantara.

”Dari beberapa wilayah Indonesia, terpilih 10 hidangan yang mewakili kuliner Indonesia yang beragam dan otentik. Kami ingin mengingatkan kembali makanan tradisional yang melegenda di masyarakat, sehingga mereka bisa merasakan betapa kayanya kuliner Indonesia yang mungkin sebelumnya kurang begitu diketahui atau sulit dijumpai. Dengan acara ini membuat orang sadar keberagaman kuliner Indonesia,” ucap Marieska.

10 Legenda Kuliner Nusantara yang hadir dalam setiap kota pelaksanaan antara lain Tengkleng Klewer Ibu Edi (Solo), Mie Koclok Mas Edy (Cirebon), Sate Jamur Cak Oney (Yogyakarta), Mie Aceh (Sabang), Tahu Tek Telor Cak Kahar (Surabaya), Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (Jakarta), Lontong Balap Pak Gendut (Surabaya), Sate Klatak Mak Adi (Yogyakarta), Nasi Pindang Pak Ndut (Semarang), dan Oseng-oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta).

Selain 10 legenda kuliner Nusantara, masyarakat juga mendapat kesempatan menikmati 44 legenda kuliner lokal di Jakarta. Jajanan yang ditawarkan tidak hanya populer, tapi masing-masing mempunyai keunikan sendiri mulai dari Bubur Ase, Nasi Ulam Misjaya, hingga Es Pocong.

Kembali ke Akar

Senada dengan itu, Bondan Winarno sebagai ikon pelestarian warisan kuliner nusantara menuturkan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berkomitmen melestarikan warisan kuliner nusantara supaya kekayaan budaya bisa terus bertahan sepanjang masa, termasuk melalui pelaksanaan festival kuliner akbar seperti Festival Jajanan Bango ini.

”Dengan diadakannya acara ini misi untuk mencintai, membanggakan, dan melestarikan kuliner bisa mudah tertular. Kita semua patut berbangga, karena setelah sekian tahun digempur oleh menjamurnya hidangan internasional, kini masyarakat Indonesia tampaknya ingin kembali ke akarnya yakni mencintai dan menikmati makanan khas Indonesia. Potensi ini harus kita manfaatkan bersama untuk berangkat lebih jauh lagi dari hanya sekedar bangga dan cinta pada warisan kuliner Nusantara,” ungkap dia.

Semangat melestarikan warisan kuliner Nusantara nyata ada di dalam diri Cynthia Lamusu bersama sang suami tercinta, Surya Saputra. Lewat usaha kuliner Dapur Mama Thia yang mereka bangun bersama, Surya dan Cynthia merupakan perwakilan dari generasi muda yang turut aktif terlibat dalam pelestarian kuliner Nusantara.

”Sejak lama saya dan suami sudah jatuh cinta akan keragaman kuliner Nusantara, apalagi suami saya sempat menjadi pembawa acara kuliner yang selalu kelililing Indonesia untuk mencicipi makanan tradisional yang enak-enak,” jelasnya.

Akhirnya kecintaan ini menginspirasi Cynthia untuk terlibat langsung dalam pelestariannya. Seluruh hidangan di Dapur Mama Thia merupakan resep turun-temurun didalam keluarganya.

Dimulai dari keinginan mereka berdua untuk belajar memasak, ternyata setelah banyak yang mencoba hasilnya, banyak teman dan saudara yang menyukainya. Untuk itu Cynthia dan Surya memberanikan diri untuk serius menekuni usaha ini. Ia berharap, usahanya dapat menginspirasi banyak orang bahwa kuliner Nusantara sangat mampu bersaing dengan hidangan tradisional.

”Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” tegasnya.

Selain itu, seperti kota-kota sebelumnya, Chef Deden Gumilar dari Bango kembali mendemokan lima resep legenda kuliner di Dapur Bango. Kegiatan yang selalu dipadati oleh para pengunjung ini dilakukan secara interaktif untuk semakin menambah pengetahuan mengenai resep dan cara jitu penyajian warisan kuliner Nusantara.

Di akhir acara, grup musik The Dance Company yang digawangi oleh Ariyo Wahab, Pongki Barata dan Nugie akan membawakan lagu-lagu hits mereka dengan sangat atraktif. Acara lalu ditutup dengan pesta kembang api yang sangat meriah.

”Kami berharap Festival Jajanan Bango di Jakarta hari ini dapat menggenapkan perayaan misi dan semangat Bango dan juga ratusan ribu masyarakat Indonesia yang telah terlibat untuk bersama-sama melestarikan warisan kuliner Nusantara Sampai jumpa pada Festival Jajanan Bango 2014!” tutup Marieska.

Penulis: H-15/AF