Produk sirup, wine dan es krim yang di produksi menggunakan bahan baku ketela rambat ungu.

Mulai tahun depan, Bali akan memproduksi sirup, minuman (wine) dan es kerim yang menggunakan bahan baku ubi jalar secara besar-besaran untuk memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri.

"Ketiga jenis produk yang kini dalam uji coba, merupakan hasil penelitian yang dilakukannya selama tujuh tahun," kata  Guru Besar Universitas Udayana, Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta MSc, hari ini di Denpasar.

Lebih lanjut Dewa Suprapta mengatakan, penelitian selama tujuh tahun, termasuk bekerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran Gajah Mada dengan menghabiskan dana sekitar Rp3,5 miliar.

"Ketiga jenis mata dagangan baru tersebut, juga sudah siap diproduksi secara besar-besaran, dengan pabrik berlokasi di Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali," tambahnya.

Untuk hak paten ketiga hasil penelitian tersebut, juga tengah diajukan ke Kementerian Kehakiman dan HAM. Ketiga hak paten tersebut meliputi pembuatan sirup, minuman dan es krim yang berbahan baku dari berbagai jenis umbi-umbian, khususnya ketela rambat ungu.

"Pengolahan ketela rambat menjadi jenis makanan bergengsi seperti sirup, minuman dan es krim sudah membuahkan hasil yang cukup disenangi konsumen, termasuk wisatawan dalam menikmati liburan di Bali," tutur Suprapta.

Teknologi pengolahan menjadi makanan bergengsi itu tidak begitu rumit, dengan modal yang tidak begitu besar, hanya  diperlukan ketekunan, keuletan serta mengutamakan faktor kebersihan dalam proses produksi.

"Terobosan seperti itulah yang diperlukan untuk mengangkat dan memanfaatkan potensi lokal, yang akhir-akhir ini kurang dikenbangkan petani, karena sulit dalam bidang pemasaran," pungkas Dewa Suprapta.



Penulis: /WBP

Sumber:Antara