Baklava, Hidangan Tradisional Turki
Makanan asal Yunani - Turki ini cukup digemari oleh masyarakat Indonesia.

Turki selain kaya dengan berbagai sejarah mengenai perabadaban Islam ternyata juga mempunyai banyak jenis makanan yang unik dan menarik untuk di di coba. Sayangnya, di Jakarta masih agak sulit menemukan makanan ini.

Baklava telah sudah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Makanan pencuci mulut ini terbuat dari Phyllo pastry yang diisi dengan campuran kacang seperti pistasio, kenari, kacang tanah ataupun mede.

Phyllo, merupakan lembaran adonan tipis yang dapat dibeli dalam keadaan beku atau segar. Bahan ini terbuat dari adonan tepung, air, minyak, cuka dan kuning telur.

Campuran ini kemudian dipipihkan sampai tipis kertas. Setiap penipisan harus ditaburi tepung agar tidak lengket untuk menghindari agar phyllo tidak putus atau robek.

Untuk membuat Baklava diperlukan sekitar 40 phyllo pastry yang dioles dengan mentega tawar (korsvet) lapis demi lapis.

Tumpukan phyllo ini kemudian diisi dengan satu jenis kacang atau campuran beberapa kacang, tergantung selera atau kebiasaan. Ada Baklava yang diisi dengan kurma atau kelapa, dan adapula yang ditaburi wijen atau kelapa parut.

Setelah diisi, adonan kue ini kemudian disiram madu dan gula. Begitu matang, Baklava langsung disiram air mawar atau sirup berupa karamel yang diberi campuran cengkeh. Cairan manis beraroma ini segera meresap ke dalam tiap helai kue yang merekah dan berlapis-lapis.

Penambahan rempah-rempah ini merupakan pengaruh dari bangsa Armenia, sementara penggunaan air mawar dan kapulaga dari Arab. Perlu diketahui bahwa dulunya Baklava hanya dikonsumsi oleh orang kaya, termasuk sultan Turki yang kerap menyantap sajian ini di istananya.

Penulis: