Menjaga Nilai Kearifan Lokal Lewat Tumpeng Festival

Menjaga Nilai Kearifan Lokal Lewat Tumpeng Festival
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal, nasi tumpeng yang kaya filosofi dikemas dalam acara Tumpeng Festival (TUFE) oleh mahasiswa angkatan 2015 Jurusan S1 Event Universitas Prasetiya Mulya. ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Chairul Fikri / FER Sabtu, 26 Agustus 2017 | 16:28 WIB

Jakarta - Salah satu jenis makanan tradisional yang hingga kini masih terjaga kelestariannya adalah nasi tumpeng. Makanan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang selalu hadir dalam setiap kesempatan atau perayaan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal, tumpeng yang kaya filosofi akan nilai keberagaman, dikemas dalam acara Tumpeng Festival (TUFE) oleh mahasiswa angkatan 2015 Jurusan S1 Event Universitas Prasetiya Mulya.

Ketua Divisi Marketing and Promotion TUFE, Sarikha Kartika Ayu, mengatakan, kegiatan ini ditujukan bagi para generasi muda Indonesia yang perlu mengetahui nilai filosofi di balik tumpeng sebagai salah satu kearifan lokal Indonesia.

"Dibawakan dengan kreatif melalui media yang mudah diterima oleh mereka seperti exhibition dan story telling," kata Sarikha, dalam siaran persnya, Sabtu (26/8).

TUFE sendiri akan dibagi menjadi dua show. Untuk open gate show pertama acara akan dimulai dari pukul jam 14:00 dan pukul 17:00 WIB

Acara ini bukanlah acara festival makanan melainkan sebuah acara pertunjukan story telling dan art exhibition yang akan menjadi jawaban dari isu nasional yang sedang panas salah satunya masalah keberagaman.

Adapun pertunjukan story telling akan dimeriahkan oleh Davino dan Tor Tor, sedangkan pada art exhibition akan dihiasi oleh karya Tisa TS, Fadel Ichsan, Tities Sapoetra, dan masih banyak lagi.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE