40 Tahun Masjid Istiqlal Berdiri

Shinta Lestari / SHI Senin, 28 Mei 2018 | 11:41 WIB

Jakarta - Masjid Istiqlal dibangun sebagai salah satu ungkapan syukur banga Indonesia atas nikmat kemerdekaan. Nama Istiqlal itu sendiri berasal dari Bahasa Arab yang memiliki makna merdeka. 

Pemancangan tiang pertama dilakukan pada 24 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno. Setelah melewati berbagai hambatan yang membuat pembangunannya mandek, 17 tahun kemudian pembangunan Masjid Istiqlal akhirnya rampung. Kemudian diresmikan pada 22 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto.

Bangunan utama masjid ini berdenah segi empat menghadap utara. Tinggi gedung utama sekitar 60 meter, panjang 100 meter, dan lebarnya 100 meter.

Di bagian pintu gerbang masuk terdapat tujuh pintu yang dinamakan Asmaul Husna. Total 2.361 tiang pancang di gedung utama. Memiliki lima tingkat dan mampu menampung sebanyak 200.000 jemaah.

Uniknya Masjid Istiqlal dirancang oleh Frederich Silaban, seorang Nasrani. Dan atas keinginan Presiden Soekarno, Masjid Istiqlal dibangun berdekatan dengan Gereja Katedral Jakarta. Sebab Soekarno melihat Indonesia terdiri dari beragam agama namun bisa hidup damai berdampingan.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid ini juga menjadi daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Di bulan Ramadan ini, Masjid Isqtilal juga menggelar beragam acara.

Salah satunya tarawih akbar yang diselenggarakan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta pada 26 Mei 2018 lalu.

Kini bangunan putih berusia 40 tahun itu berdiri kokoh di pusat Jakarta dan menjadikannya sebagai masjid terbesar se-Asia Tenggara.