Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Pesta Kesenian Bali

Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Pesta Kesenian Bali
Sejumlah seniman membawakan Tari Okokan dalam parade Pesta Kesenian Bali ke-39 di depan Monuman Bajra Sandhi, Denpasar, 10 Juni 2017. ( Foto: Antara/Nyoman Budhiana )
I Nyoman Mardika / FMB Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:36 WIB

Denpasar - Sabtu sore ini (23/6), Presiden Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 yang dipusatkan di depan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar. Pawai tahunan yang melibatkan ribuan seniman perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Bali akan ditandai dengan pelepasan anak panah.

"Nantinya akan keluar bunga mawar berwarna merah dari ujung anak panah itu, sebagai simbolis api, sesuai dengan tema PKB tahun ini 'Teja Dharmaning Kauripan' (api spirit penciptaan)," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di sela-sela persiapan acara di Denpasar, Jumat (22/6).

Usai pelepasan anak panak Dewa Beratha mengatakan, acara disambut tabuh atau gamelan "ketug bumi" dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sekaligus mengiringi tari Siwa Nataraja sebagai tanda pelepasan pawai PKB yang ke-40. Pawai PKB yang sedianya akan dilepas Presiden Jokowi mulai pukul 14.00 Wita kemungkinan diundur menjadi pukul 15.00 Wita karena orang nomor satu di Indonesia itu sebelumnya akan menghadiri sejumlah agenda lainnya.

Selain penampilan dari ISI Denpasar, akan ada 17 peserta pawai yakni perwakilan pemerintah Provinsi Bali, sembilan kabupaten/kota di Bali, marching band Universitas Udayana, marching band Universitas Warmadewa, pemerintah Provinsi Guangxi China, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua, Sanggar Basundari Jepang, Konsulat Jepang, dan Forum Kerja Sama Sunda Kecil.

Pemprov Bali lanjut Dewa Beratha, mengawali pawai dengan menampilkan gamelan gong suling sebagai gamelan pembuka. Setelah itu dilanjutkan dengan barisan panji-panji seperti barisan umbul-umbul, barisan "kober" dan barisan "tedung". Sedangkan di bagian tengah ditampilkan barisan jegeg bagus Bali, yakni muda-mudi Bali yang telah terseleksi lewat ajang pemilihan, baik secara fisik maupun secara bakat dan intelektual.

Pada bagian akhir, duta Pemerintah Provinsi Bali mempersembahkan karya fragmentari "Smaradahana" yang diangkat dari kakawin Smaradahana karya Mpu Dharmadja. "Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyiapkan mobil hias khusus yang akan dinaiki Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana untuk berkeliling usai pawai PKB," kata Dewa Beratha seraya mengatakan mobil hias yang akan dinaiki oleh orang nomor satu di Indonesia itu mengangkat konsep "bale bengong" berukuran tinggi yang terdapat di puri atau kerajaan-kerajaan di Bali.

Pengamanan
Sementara itu dari pantauan SP, berbagai persiapan pengamanan kunjungan kerja (kunker) Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, telah dilakukan Kodam IX/Udayana bersama Polda Bali. Bahkan Jumat (22/6) dilaksanakan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur melibatkan ribuan personil.

Apel tersebut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P yang memimpin apel gabungan. Pangdam dalam amanatnya menyampaikan, apel gelar pasukan pengamanan VVIP seperti ini sudah sangat sering dilaksanakan di Bali, baik pada even-even nasional maupun internasional. Meski demikian, Pangdam berharap tidak boleh lengah dan menganggap pengamanan VVIP ini sebagai suatu hal yang biasa. “Kita harus tetap siap siaga dan melaksanakan tugas yang mulia ini demi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Selain itu, apel gelar pasukan ini hendaknya dapat dijadikan sebagai sarana untuk melaksanakan koordinasi antar unsur yang ada di lapangan, sehingga tidak terjadi kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaannya serta bila terjadi kendala di lapangan dapat segera diatasi. Kodam selaku Satgas Pamwil Bali dibantu Polda Bali dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali serta unsur pendukung lainnya, bertugas melaksanakan pengamanan VVIP. Untuk itu dalam pelaksanaannya diperlukan kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai komando yang efektif dan efisien sehingga tujuan maupun sasaran pengamanan dapat tercapai secara optimal.

Mayjen Benny Susianto memberikan penekanan kepada segenap unsur yang terlibat dalam pengamanan VVIP ini agar memahami dan menguasai prosedur tetap (protap) pengamanan VVIP sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Pegang teguh disiplin dan rantai komando secara jelas. Jangan lengah dan tingkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Jalin komunikasi dan koordinasi antar unsur pengamanan secara optimal serta laporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi,” paparnya.



Sumber: Suara Pembaruan