MMA Dorong Perkembangan Olahraga Beladiri di Indonesia

MMA Dorong Perkembangan Olahraga Beladiri di Indonesia
Vincent Majid dan Aleandro Afgiades (Pelatih) pada sesi latihan terbuka di Spider Academy, Jakarta, Kamis (27/6). ( Foto: Beritasatu.com/ Kharina Triananda )
Shesar Andriawan / FMB Jumat, 19 Juli 2013 | 10:41 WIB

Jakarta - Meski tak terlalu banyak disorot media, tapi rupanya MMA (mixed martial arts/beladiri campuran) punya perkembangan bagus di Indonesia.

"Event pertama One Fighting Championship (kejuaraan MMA) di Jakarta, tepatnya di Kelapa Gading, tahun lalu disaksikan langsung lebih dari 8.000 fans dari Indonesia. Tahun ini kami mengharapkan ada lebih dari 12.000 orang yang akan menonton langsung," ujar Gerald Ng, Public Relations Coordinator One FC, saat diwawancara di Muay Thai Camp Jakarta, Kamis (18/7) malam.

Gerald mengatakan tiap beberapa minggu sekali ada sasana MMA, tinju, dan Muay Thai baru yang dibuka di Jakarta. Sasana MMA muncul dimana saja di seluruh Indonesia saat ini,.

"Tapi sayangnya saya tak punya data pastinya," ujarnya.

Dia mengatakan hal ini menunjukkan pertumbuhan MMA yang semakin pesat di Indonesia.

"Sejak dua tahun lalu pertumbuhannya fenomenal. Kini semua orang kenal MMA." ujarnya.

MMA adalah seni bela diri campuran yang menggabungkan semua teknik berbeda di pertarungan tradisional seperti : pukulan, tendangan, kuncian, juga bantingan.

"Dalam pertarungan MMA sulit menebak dari awal siapa yang akan jadi pemenang. Berbeda dengan tinju yang cuma satu jenis beladiri, di MMA petarung X bisa jadi seorang petinju ulung, sementara lawannya seorang pegulat handal. Maka dari itu, misal jika mereka bertarung 10 kali, hasilnya bisa berbeda di setiap pertarungan." kata Gerald.

Ia juga menjelaskan bahwa MMA mendapat rating televisi bagus di Indonesia.

"Saya tak yakin dengan angkanya, tapi siaran langsung MMA di Fox Sports pada Jumat malam selalu dapat rating tinggi di seluruh Asia." tutupnya.

One FC tahun ini akan diselenggarakan di Istora Senayan pada 13 September 2013.

CLOSE