Jakarta dan Palembang Resmi Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Jakarta dan Palembang Resmi Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2018
Mantan Menpora, Roy Suryo ( Foto: AFP )
Shesar Andriawan / FAB Minggu, 21 September 2014 | 19:21 WIB

Jakarta - Indonesia akhirnya resmi menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo di Tangerang, Minggu (21/9).

Sore ini Roy baru mendarat dari Incheon, Korea Selatan untuk melihat kondisi perhelatan ajang multievent terbesar. Roy juga berada di Incheon untuk bertemu dengan perwakilan Olympic Committee Asia.

Dari hasil pertemuan itu, OCA menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dengan dua kota penyelenggara, Jakarta dan Palembang.

"Indonesia sudah dipastikan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) Asian Games 2018. Ini sebenarnya merupakan proses panjang yang sudah dimulai saat kalah bidding dari Vietnam. Saat itu Surabaya yang mengajukan diri sebagai tuan rumah," kata Roy.

Surabaya akhirnya batal menjadi tuan rumah atas permintaan Roy. Ia mengaku sebelumnya sudah berbicara dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang menyatakan keberatan jika Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah. Alasannya, saat kalah bidding dari Vietnam, Surabaya menyiapkan diri untuk Asian Games 2022, sehingga jika harus menjadi tuan rumah empat tahun lebih cepat mereka angkat tangan.

Roy menekankan, Jakarta dipilih karena OCA mensyaratkan Ibu Kota negara harus ikut menjadi penyelenggara jika status host city (kota penyelenggara) diubah menjadi host country (negara penyelenggara). Jakarta harus ikut, meskipun misalnya hanya menggelar dua cabang olahraga. Sedangkan Palembang ditunjuk, karena dinilai sudah siap dari segi infrastruktur dan lain-lain. Pertimbangannya, Palembang pernah menjadi tuan rumah SEA Games 2011.

"Jadi jangan jadi lupa sampai bilang 'Gua bakal menyelenggarakan Asian Games di Jakarta'. Jakarta itu dipilih karena memang Ibu Kota (negara) harus ikut. Ini bukan salah warga Jakarta, melainkan oknum di Jakarta saja yang asal bicara," sindir Roy.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh dua kepala daerah masing-masing. Palembang diwakili Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, sedangkan Jakarta diwakili Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo juga ikut membubuhkan tanda tangannya.

Perwakilan pemerintan pusat tidak ambil bagian, karena menurut Roy akan ada pergantian kekuasaan dalam waktu dekat.

Sebetulnya AG XVIII direncanakan digelar pada 2019. Alasannya adalah adanya Olimpiade Musim Dingin 2018. Tapi akhirnya negara-negara lain bisa sepakat dengan argumen adanya pemilu di Indonesia pada 2019. Roy mengklaim Indonesia mendapatkan dukungan dari 42 negara dari 45 yang punya hak suara.

CLOSE