Sean Gelael Targetkan 8 Besar di F2 i

Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael dengan tunggangannya F2_H15.

Oleh: Hendro D Situmorang / JAS | Jumat, 21 April 2017 | 08:59 WIB

Jakarta - Pembalap muda Indonesia, Sean Gelael, menargetkan posisi delapan besar pada kompetisi balap Formula 2 (F2) di musim 2017. Pebalap anyar milik Tim Pertamina Arden itu berpotensi besar akan mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi balap tingkat dunia. Selain Sean, di tim ada juga Norman Nato (Prancis).

Pertamina Arden sudah menjalani seri pertama pada persaingan Formula 2 (F2) 2017 akhir pekan kemarin di Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir. Nato langsung mempersembahkan hasil podium bagi tim dengan finis di urutan kedua pada race pertama (feature race). Namun, dia gagal finis pada balapan kedua (sprint race).

Sementara itu, Sean yang sempat mengalami beberapa kendala menyelesaikan dua balapan dengan selalu finis di urutan ke-17. "Pada seri pertama kemarin memang ada beberapa kesalahan sehingga hasilnya kurang bagus. Kami belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi di Bahrain dan semoga pada seri berikutnya semua bisa berjalan dengan baik," ujar Sean yang telah melakukan berbagai persiapan dengan matang dan siap untuk mengarungi kompetisi balap di Jakarta, Kamis (21/4) malam.

Sean pun menjelaskan bahwa kini dirinya telah melakukan berbagai perbaikan menjelang race kedua di Barcelona. Kompetisi F2 sendiri terdiri dari 11 balapan. Dengan demikian Sean masih memiliki peluang besar untuk mencapai targetnya tersebut.

"Kami bekerja keras dalam mempersiapkan mobil agar tidak lagi terjadi masalah seperti di Bahrain. Kami banyak belajar dari kejadian di Bahrain agar bisa tampil lebih baik di Barcelona," papar Sean.

Kini Sean Gelael kian membuka lebar peluangnya menuju ajang balap nomor satu dunia, F1. Langkah awal Sean menuju F1 menemui titik terang, setelah dipercaya menjadi pembalap penguji tim F1, Scuderia Toro Rosso.

Di bawah Toro Rosso, Sean berkesempatan menguji mobil STR12 di Abu Dhabi, Bahrain, dan Hongaria. Hal ini diungkapkan Team Principal Scuderia Toro Rosso, Franz Tost. Dia memilih Sean sebagai pembalap penguji karena melihat potensi besar terpendam dalam diri Sean.

"Toro Rosso, layaknya tim F1 lain, memiliki program pengembangan pembalap muda. Salah satu caranya adalah dengan menunjuk mereka sebagai pembalap penguji. Sean, dari kacamata kami, memiliki kemampuan yang memadai," kata Franz.

Franz merinci, dari pengamatannya, Sean bukan hanya piawai dalam berkendara. Sebagai pembalap, Sean mengenal baik karakter mobilnya, dan mampu memberikan masukan serta argumen kepada teknisi mobil untuk performa yang lebih baik.

"Tes yang ia jalani pun menunjukkan hasil impresif. Ia menunjukkan tanda-tanda positif sebagai seorang pembalap," puji Franz.

Menanggapi hal tersebut, Sean mengaku bangga. Namun, ia tetap mawas diri. Ia pun mengaku belum puas dengan penampilannya, dan masih bertekad membenahi diri. Namun jalan menuju F1 masih panjang dan masih harus tampil lebih baik lagi di F2.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT