Ilustrasi Golf

Kompetisi OJAO Jadi Uji Coba Jelang SEA Games 2017

Ilustrasi Golf (Istimewa)

Jakarta - Kompetisi Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) untuk tahun ketiga yang akan berlangsung pada 25-27 Juli 2016 di Emeralda Golf Club, Tapos, Cimanggis, Jawa Barat menjadi uji coba menuju SEA Games 2017. Ajang ini digelar tiga minggu sebelum perhelatan pesta olahraga Asia Tenggara itu yang akan berlangsung pada 19-31 Agustus 2017.

Kejuaraan ini digelar oleh Olympic Golf Club yang bekerja sama dengan Pengurus Provinsi PGl Jawa Barat.

Ketua Umum Pengprov PGI Jawa Barat HM.Sirodzudin menyebutkan bahwa OJAO III ini merupakan road to SEA Games 2017.

"OJAO III bisa menjadi ajang uji coba para atlet SEA Games. Mereka bisa menjajal kemampuan mereka sebelum SEA Games. Dengan makin dekatnya penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut, para peserta SEA Games tentu akan membutuhkan turnamen-turnamen kompetitif untuk menjaga performa dan sekaligus mengasah kemampuan mereka,“ jelas Sirodzudin di Jakarta, Jumat (21/4).

Ia berharap akan ada turnamen-turnamen seperti OJAO di daerah-daerah karena ini bisa menjadi bagian dari pembinaan golf secara nasional.

”Tugas kita di pengrov adalah bisa menelurkan atlet-atlet golf yang berprestasi. lni juga menjadi tanggung jawab daerah-daerah lain. Jika ini bisa diwujudkan secara bersama-sama, saya yakin lumbung atlet akan menyebar di seluruh daerah,” tambah Sirodz.

Selain akan menghadirkan pegolf-pegolf amatir terbaik dari berbagai provinsi, OJAO III kali ini meningkatkan level kompetisi dengan mengundang atlet-atlet amatir terbaik dari negara'negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Vietnam, Brunei, dan Myanmar.

Sementara Freddy Gondowibowo, Ketua Panitia Pelaksana OJAO III, selain tetap bertujuan untuk meningkatkan jam terbang sekaligus mengasah skill dan naluri kompetisi para pegolf amatir lndonesia, penyelenggaraan event ini memberikan kesempatan para amatir lndonesia untuk mengadu kemampuan dengan para pegolf internasional.

“Setelah sukses dengan dua kali penyelenggaraan OJAO, kami rasa ini saatnya para pegolf lndonesia untuk menjajal kemampuan mereka dalam persaingan ketat di turnamen berlevel internasional. Melalui turnamen ini, kami tetap menyediakan wadah untuk membina atlet golf secara terpadu, dan sistematis,” jelas Freddy.

Seperti halnya dua penyelenggaraan OJAO dalam dua tahun terakhir, peserta Olympic Jabar Amateur Open lll nantinya dibatasi dan hanya diikuti 100 pemain (putra/putri) selama tiga hari. Panitia penyelenggara menyediakan fasilitas tanpa biaya bagi dua atlet putra dan dua atlet putri terbaik dari masing-masing provinsi dan negara yang diundang.

Berawal dari keprihatinan atas minimnya prestasi para pegolf Indonesia dan juga dari keinginan untuk mendukung dalam memasyarakatkan dan memajukan prestasi olahraga golf di Indonesia, OJAO kini menjadi salah satu turnamen amatir kompetitif nasional yang paling ditunggu-tunggu di Tanah Air. Apalagi, OJAO III inl pun terdaftar dalam WAGR (World Amateur Golf Ranking), artinya prestasi terbaik para amatir ini akan mendapat poin yang nanti dimasukkan dalam daftar peringkat golf dunia.

”Sebenarnya kami berharap ini bisa memberikan contoh yang baik kepada perkumpulan perkumpulan golf, pengprov-pengprov, dan para pemilik lapangan golf di seluruh nusantara yang berkeinginan untuk mengembangkan atlet-atlet golf agar bisa lebih maju lagi. Namun, ini mungkin sulit terealisasi jika tidak ada dukungan dan kerja sama dengan pihak-pihak lain, seperti sinergi antara Olympic Golf Club dan Pengprov PGI Jawa Barat dalam menggelar event seperti OJAO ini," jelas Freddy.

la pun menekankan bahwa pengrov dalam upaya menyelenggarakan turnamen kompetitif seperti OJAO tetap merangkul klub-klub golf di wilayahnya untuk sama-sama memajukan iklim kompetisi di daerah. lni pula yang mendasari Pengprov Jabar untuk bersinergi dengan Olympic dalam OJAO ini.



Suara Pembaruan

Hendro D Situmorang/CAH

Suara Pembaruan