Indonesia Tak Maksimal di Cabang Permainan SEA Games

Pesepak bola Timnas U-22 Indonesia Evan Dimas (tengah) dan rekan satu tim melakukan selebrasi setelah berhasil membobol gawang Timnas U-22 Myanmar pada laga perebutan medali perunggu sepak bola SEA Games XXIX di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Kuala Lumpur, Malaysia, 29 Agustus 2017. (Antara/Sigid Kurniawan)

Oleh: / JAS | Rabu, 30 Agustus 2017 | 12:42 WIB

Kuala Lumpur - Cabang olahraga permainan ternyata masih terganjal dalam perolehan medali emas pada SEA Games 2017 Malaysia karena dari 15 cabang yang ada hanya tiga saja yang sukses mempersembahkan prestasi tertinggi.

Direktur Performa Tinggi Perlombaan 1 Satlak Prima, Mimi Irawan di Kuala Lumpur, Rabu (30/8), mengatakan tiga cabang permainan yang sukses menyumbangkan emas bagi kontingen Indonesia adalah boling, bulutangkis dan tenis lapangan.

"Empat emas, dua bulutangkis, satu boling dan satu tenis saja. Padahal banyak yang masuk final. Tapi banyak yang harus mengakui keunggulan lawan," katanya saat dikonfirmasi evaluasi hasil SEA Games 2017.

Cabang permainan yang berada dalam kendalinya merupakan olahraga yang selama ini sangat dikenal oleh masyarakat, selain boling, bulutangkis dan tenis lapangan, ada juga tenis meja, bola basket, bola voli hingga cabang yang sangat menyita perhatian yaitu sepak bola.

Saat ditanya apa yang menjadi penyebab belum maksimalnya cabang permainan, Mimi menjelaskan jika masalah masa pemusatan latihan yang cukup menjadi kendala. Selama ini pemusatan latihan banyak yang dilakukan mendekati kejuaraan.

"Seperti sepak bola. Pemain ikut kompetisi, jadi akan sulit masuk pemusatan latihan yang jangkanya lama. Makanya harus ada formula yang tepat. Mungkin dengan memperbanyak pemain yang dimasukkan dalam SK pelatnas Prima," katanya menjelaskan.

Menurut dia, jika dilihat dari hasil SEA Games 2017 Malaysia, Indonesia harus secepatnya melakukan perubahan. Apalagi saat ini sudah dihadapkan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Selain itu, cabang permainan memang membutuhkan banyak uji coba terutama internasional meski secara umum perkembangan cabang olahraga ini cukup pesat. Terbukti sudah mampu bersaing.

Misalnya bola voli putra dan putri yang mampu meraih medali perak. Begitu juga dengan basket putra dan putri. Jika persiapan dilakukan secara maksimal, peluang untuk menjadi yang terbaik sangat terbuka.

Meski demikian, tantangan di lapangan juga banyak dihadapi. Seperti saat ini saja. Masalah pendanaan selalu menjadi kendala. Kondisi ini jelas sangat berpengaruh dengan pencapaian prestasi pada kejuaraan internasional baik level SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT