Ngabuburit Persiapan Srawung Anak Bangsa i

Romo Aloys Budi dan Helmi dalam rapat Panitia

Oleh: / GOR | Jumat, 16 Juni 2017 | 05:49 WIB

YOGYAKARTA - Sejumlah kaum muda lintas agama dari Islam, Hindu, Kristen dan Katolik hadir dalam rapat kedua persiapan Srawung Anak Bangsa sekaligus ngabuburit menyambut buka puasa bersama Rabu (14/6).

Panitia kecil yang dibentuk pada hari Minggu (11/6) lalu bersama sinergi antara Timja Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Kom HAK) Kevikepan DiY dan Kom HAK Keuskupan Agung Semarang (KAS) bekerjasama dengan komunitas Srikandi Lintas Iman (SriLi) Jogjakarta dan Forum Jogja Damai, Pemuka Katolik, dan sejumlah komunitas lainnya.

Panitia itu diketuai Yunan Helmi Phi DIY dalam rapat perdana Minggu lalu yang dihadiri R Soenarto (Ketua Timja HAK DIY) dan Romo Aloys Budi Purnomo Pr (Ketua Kom HAK KAS).

Srawung Anak Bangsa merupakan nama rangkaian acara yang di Semarang dan Solo disebut Srawung Kaum Muda Lintas Agama. Peristiwa yang digagas dan menjadi salah satu program kerja Kom HAK KAS ini dimaksudkan untuk menyapa dan memberi ruang kaum muda sebagai anak-anak Bangsa Indonesia untuk saling bekerjasama dan mengaktualisasi diri dalam semangat kerukunan, kebangsaan dan persaudaraan.

Acara yang dirancang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2017 mendatang merupakan rangkaian peristiwa sosial yang sudah terjadi di Semarang (5/3) dan Solo (23/4). Panitia kecil Jogja menyebut peristiwa ini sebagai Srawung Anak Bangsa dalam semangat multikultur dan interreligius.

Di Semarang dan Solo peristiwa ini berhasil melibatkan ribuan kaum muda lintas agama dalam suatu edukasi kebangsaan dan kerukunan yang disampaikan tokoh-tokoh lintas agama (Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Kristen dan Katolik). Selain edukasi kebangsaan dan kerukunan, peristiwa ini juga ditandai selebrasi seni budaya lintas agama dan budaya nusantara.

Ngabuburit
Rapat kedua yang diselenggarakan di Pastoran Mahasiawa Katolik pada Rabu lalu ditandai dengan ngabuburit dan buka bersama. Sambil menunggu saat buka puasa bagi yang menjalankam Ibadah Puasa, Yunan Helmi memimpin rapat koordinasi persiapan teknis dan penyempurnaan personalia panitia.

"Sore ini luar biasa teman-teman," kata Helmi, "kita bisa menunggu saat-saat buka bersama secara bermanfaat untuk persiapan acara kita bersama. Kita semua adalah anak-anak bangsa Indonesia yang beragam agama maupun budaya."

Sementara itu, Romo Budi yang hadir sesudah dari pagi sampai sore mengadakam safari saturahmi kepada tokoh-tokoh pelaku seni dan budaya mulai dari Nasarius Sudaryono, Landung Simatupang, Widi Hasto, Djaduk Ferianto dan sesudahnya akan sowan omo GP Sindunata SJ di Karang Klethak, mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dan awal yang baik mempersiapkan Srawung Anak Bangsa tersebut.

Mendekati saat-saat buka, Romo Budi mempersilakan Yunan Helmi memimpin doa secara Islami. Dalam bahasa Arab yang fasih dan lancar, Helmi memimpin doa dan kemudian seiring dengan kumandang adzan Magrib, mereka yang menjalankan Ibadah Puasa pun segera membatalkan puasa dan mulai berbuka puasa. Helmi masih sempat bercanda dengan berkata, "Silakan Romo buka terlebih dahulu. Saya masih kuat kok."

Sesudah itu, Helmi dan kawan-kawan Muslim mempersiapkan diri untuk sembahyang sholat Magrib di salah satu ruang yang tersedia. "Permisi Romo, saya sembahyang sholat dulu ya," kata Helmi kepada Romo Budi.

Sungguh suatu gambaran hidup rukun yang nyata di antara kaum muda lintas agama yang tergabung dalam kepanitiaan Srawung Anak Bangsa itu. Sambil menikmati menu buka bersama, mereka terus saling bercanda dalam persaudaraan dan kegembiraan. Semoga peristiwa Srawung Anak Bangsa nanti dapat berjalan lancar dan baik.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT