UAJY Gelar Tarian Kolosal Sakanti Dwipantara

UAJY Gelar Tarian Kolosal Sakanti Dwipantara

Tari Kontemporer Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan Colosal Dance Performance from all around Indonesia "Sakanti Dwipantara", Sabtu 17 Juni 2017. ()

Oleh: / GOR | Minggu, 18 Juni 2017 | 20:40 WIB

YOGYAKARTA - Terlahir dari budaya yang berbeda-beda, Indonesia berpegang erat pada asas Bineka Tunggal Ika. Keberagaman yang ada menjadi harta berharga yang patut dijaga dan dilestarikan.

Sebagai wujud nyata cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta dalam rangka menjada keberagaman, mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur bersama dengan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Tari Kontemporer Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan Colosal Dance Performance from all around Indonesia “Sakanti Dwipantara”, Sabtu (17/6).

Acara ini terselenggara sebagai bentuk penilaian dalam menempuh Mata Kuliah Sejarah Teori dan Seni Budaya. Judul yang diambil dalam pementasan ini yakni Sakanti Dwipantara untuk menggambarkan Bineka Tunggal Ika, keberagaman warna-warni budaya dari Sabang sampai Merauke serta kemilaunya pulau-pulau di Indonesia.

“Uniknya Prodi Arsitektur di UAJY ada Mata Kuliah Sejarah Teori dan Seni Budaya yang [sebenarnya] dipertanyakan. Tapi setelah memanen tahun demi tahun akhirnya kelihatan. Apresiasi terhadap seni makin baik dan prestasi datang untuk Prodi Arsitektur UAJY. Efeknya memang tidak langsung, gagasan bisa didapat dari manapun untuk Arsitektur termasuk seni,” ujar Gerarda Orbita Ida Cahyandari ST MB Env Sust Dev (Wakil Dekan I Fakultas Teknik UAJY).

“Tujuan dari acara ini tidak lain adalah mencintai nusantara dan yang paling penting menumbuhkan rasa percaya diri bahwa nusantara indah. Seni juga berarti untuk mencintai diri sendiri,” ucap Agustinus Madyana Putra ST MT (Dosen Arsitektur UAJY) dalam sambutannya.

Acara yang diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 Gedung Thomas Aquinas tersebut menampilkan tarian-tarian daerah mulai dari Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Borneo hingga Papua yang ditampilkan oleh 180 mahasiswa.

“UAJY ini kan terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan keunikannya masing-masing, dari acara ini mereka bisa melihat budaya lain itu juga unik. Mungkin orang-orang bertanya kenapa kita jurusan Arsitektur ada konser tari, nah kami dalam memahami suatu bangunan itu membutuhkan ilmu pengetahuan tentang budaya terlebih karena Indonesia yang ragam budanya, diharapkan dengan acara ini kita bisa lebih mendalami dan mengapresiasikannya ke dalam suatu bangunan,” ujar Amanda dan Jesica selaku panitia.

Seluruh tarian dipertunjukkan dalam sebuah rangkaian. “Pentas tari ini sangat menarik, menyenangkan, dan dinamis. Aneka tari dari Sabang sampai Merauke ditampilkan secara medley hanya dalam waktu 70 menit,” komentar Agus Tridiatno, penonton juga dosen UAJY.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT