Satu Juta Lubang Biopori, Tambahkan 700 Juta Liter Air Tanah

Satu Juta Lubang Biopori, Tambahkan 700 Juta Liter Air Tanah
Untuk menyelamatkan air bawah tanah, diperlukan kontribusi dari masyarakat untuk membuat lubang biopori. ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / JAS Kamis, 24 April 2014 | 17:02 WIB

Jakarta - Untuk menyelamatkan air bawah tanah, diperlukan kontribusi dari masyarakat untuk membuat lubang biopori. Dengan satu juta lubang biopori yang tertanam di rumah-rumah dan kantor-kantor, maka akan menambah air bawah tanah dalam sebanyak 700 juta liter air.

President Indonesia Global Compact Network (IGCN) YW Junardi mengatakan kampanye membuat lubang biopori merupakan gerakan yang melibatkan masyarakat untuk menambah ruang resapan air. Sehingga tidak hanya menambah volume air dalam tanah, tetapi juga menyelamatkan Indonesia dari penurunan muka tanah yang semakin parah.

“Kampanye biopori itu melibatkan masyarakat untuk menampung air hujan dan air buangan supaya dapat dialirkan ke dalam tanah. Sehingga, tanah terisi air dengan volume cukup untuk mencegah penurunan permukaan tanah,” kata Junardi dalam acara Hari Air Dunia di Universitas Bina Nusantara (Binus), Rawa Belong, Jakarta, Kamis (24/4).

Menurutnya, gerakan satu juga lubang biopori bila dapat tercapai, maka bisa meresapkan sebanyak 700 juta liter air. Untuk mencapai target tersebut, rumah kecil harus membuat minimal lima lubang biopori, rumah sangat besar membuat 50 lubang biopori dan perusahaan harus membuat minimal 100 lubang biopori.

Alasan penyelamatan air tanah dilakukan gotong royong bersama seluruh elemen masyarakat, karena kebutuhan air merupakan masalah HAM, lingkungan dan bahan untuk produksi untuk kepentingan ketahanan pangan dan industri lainnya.

“Kalau air tidak diolah dengan benar, maka akan mengakibatkan bencana. Ketiadaan air akan memengaruhi ketahanan pangan kita. Karena kenyataannya 41 persen rakyat Indonesia tidak mendapatkan air bersih. Dan akan terjadi minus air bersih di Pulau Jawa bila tak dilakukan penghematan air,” jelasnya.

Selain melakukan gerakan kampanye 1 juta lubang biopori, IGCN akan mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama pengusaha di kawasan Jabodetabek untuk melakukan pembersihan Kali Ciliwung. Sehingga air sungai ini bisa dijadikan air baku untuk diolah menjadi air bersih.

“Kemarin kita sudah deklarasikan membersihkan kali Ciliwung bersama-sama secara kolaboratif. Nantinya, pembersihan Kali Ciliwung akan bagian per bagian melibatkan perusahaan-perusahaan. Ini aksi bersama untuk menyelamatkan Ciliwung,” ungkapnya.

Langkah lain untuk melakukan penghematan air dan penyelamatan bumi oleh Indonesia Water Mandate Working Group (IWM WG) adalah melibatkan pelajar SD, SMA dan mahasiswa membahas bagaimana penghematan air yang berujung pada penghematan energi.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan Hari Air Dunia 2014 juga diadakan kunjungan edukasi pengelolaan air dan lomba bercerita tentang air untuk siswa SD yang difasilitasi PT Palyja. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan di kalangan pelajar.

“Memang anak sekarang kalau dilihat gampang mendapatkan fasilitas, seperti listrik sudah tersedia, air tersedia, semua fasilitas sudah ada. Tetapi dari event yang kita adakan, terlihat sekali, para pelajar dan mahasiswa sangat antusias," kata Librian Anggraeni dari Asia Pulp and Paper (APP) Group.

"Bahkan pemahaman energi dan air pun sudah tinggi. Sampai ada yang membentuk kelompok air untuk berkampanye di sekolah maupun luar sekolah,” ujar Librian menambahkan.

CLOSE