20 Ekor Kukang Jawa Dikembalikan ke Habitat Gunung Salak

Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang akan dilepasliarkan di hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) oleh Yayasan International Animal Rescue Indonesia. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / FER | Senin, 19 Desember 2016 | 18:31 WIB

Bogor - Sebanyak 20 ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dilepaslairkan di hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) oleh Yayasan International Animal Rescue Indonesia. Kukang tersebut merupakan sitaan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Jawa Barat.

Dokter Hewan, Yiari Prameswari Wendi, mengatakan, Kukang Jawa tersebut merupakan hasil penyerahan dari masyarakat dan sitaan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Jawa Barat periode 2015-2016.

Pelepasliaran sendiri dilakukan secara bertahap dimana pada tahap pertama sudah dilakukan sebanyak 10 ekor Kukang Jawa yang dilepas ke kandang habituasi di TNGHS pada 8 Desember 2016 lalu.

"Sebelum dikembalikan, Kukang akan menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan medis berupa pengecekan microchip setiap ekor, pemberian obat cacing dan penimbangan berat badan," katanya, Senin (19/12).

Sementara, 10 ekor Kukang lainnya masih dalam pemeriksaan petugas di kandang rehabilitasi sebelum menghuni kandang habitat untuk pengenalan alam liar di TNGHS dalam kurun waktu dua hingga empat minggu.

"Hari ini kita melakukan persiapan terakhir pelepasan 10 Kukang Jawa ini. Nanti ada satu atau dua ekor Kukang yang dipasang radio transmitter untuk mengetahui perjalanan mereka. Besok pagi baru kita lepaskanliarkan," papar Yiari.

Di Indonesia, lanjut dia, Kukang Jawa merupakan salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Setiap pihak yang memelihara dan memperjualbelikan Kukang Jawa secara ilegal dapat dipidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tambahnnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT