KLHK Dalami Temuan Ekskavator di Taman Nasional Tesso Nilo

Ilustrasi hutan. (ist)

Oleh: / FER | Senin, 26 Desember 2016 | 19:13 WIB

Pekanbaru - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) terus mendalami temuan satu unit ekskavator di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan, Provinsi Riau.

"Proses penyelidikan melibatkan TNI, Polri masih terus kita lakukan. Hingga kini kita belum mengetahui siapa sebenarnya pemilik ekskavator tersebut," kata Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Wilayah II Sumatera, Eduwar Hutapea, di Pekanbaru, Senin (26/12).

Eduwar menuturkan, upaya melacak pemilik ekskavator tersebut adalah dengan memeriksa perangkat desa setempat serta menyebar pengumuman penyitaan ekskavator ke sejumlah kantor polisi dan kantor desa.

Tim gabungan KLHK, Korem 031/WB dan Polda Riau pada pekan lalu menemukan satu unit ekskavator di TNTN, tepatnya di Dusun II Pondok Nogun, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Hingga kini petugas masih belum menemukan pemilik alat berat tersebut. Dua warga setempat sebelumnya telah dimintai keterangan, namun belum membuahkan hasil.

Langkah selanjutnya, kata Eduwar, pihaknya segera memintai keterangan kepala Desa setempat.

"Secepatnya kita mintai keterangan yang bersangkutan. Mudah-mudahan ada petunjuk yang bisa kita kembangkan," ujarnya.

Lebih jauh, Eduwar menduga ada perambahan yang dimodali oleh cukong secara sistematis untuk merusak kawasan konservasi tersebut. Dugaan ini yang juga terus dikembangkan oleh penyidik.

Tesso Nilo adalah rumah bagi 360 flora terbagi dalam 165 marga dan 57 suku, lalu 107 jenis burung, 23 jenis mamalia, tiga jenis primata, 50 jenis ikan, 15 jenis reptilia dan 18 jenis amfibia.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT