Pelestarian Lingkungan Jadi Pesan Natal di Lippo Village

Pelestarian Lingkungan Jadi Pesan Natal di Lippo Village
CEO Lippo Village Alwi Sjaaf (ketujuh dari kanan) berfoto bersama dengan perwakilan manajemen anak usaha Lippo Group dan Sinterklas saat Kick- Off Classical Christmas & Year End Celebration Lippo Village, Tangerang, Kamis 6 Desember 2018. Acara ini dimeriahkan dengan nyanyian dan tarian bertema natal juga atraksi Sinterklas menuruni gedung Menara Matahari. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Dina Fitri Anisa / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 20:32 WIB

Lippo Village - Town Management Lippo Vilage (TMD) kembali melakukan rutinitas tahunan dalam merayakan natal, yaitu mengadakan kick-off Christmas dengan tema Environmental Care and Sustainability di kawasan Lippo Village. Tema ini selalu menjadi pesan utama TMD yang bertujuan untuk pelestarian lingkungan hidup.

Hal tersebut didasari oleh keresahan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sedangkan sampah berbahan plastik diperlukan waktu 50 tahun hingga 100 tahun untuk terurai.

Lippo Village

CEO Lippo Village, Alwi Sjaaf, mengatakan, alasan mengapa Lippo Village berkomitmen untuk mendorong penghuni dan pengunjung untuk sadar akan keadaan bumi yang semakin dipenuhi oleh sampah plastik.

"Salah satu caranya, yaitu dengan mendaur ulang sampah-sampah plastik secara mandiri untuk segala kebutuhan," jelas Alwi saat dijumpai usai kick off Christmas di kawasan Lippo Village, Tanggerang, Kamis (6/12).

Berkaca dari misi tersebut, kata Alwi, sejak penyelenggaraan kick off Natal empat tahun lalu, sebagai kota hijau TMD berusaha mengumpulkan limbah gelas plastik bekas untuk dijadikan hiasan pohon Natal. Terbukti, misi ini berjalan cukup baik dengan meningkatnya limbah gelas plastik yang dikumpulkan masyarakat. Jika 2017 terkumpul 25.000, tahun ini sumbangan limbah gelas plastik mencapai 26.000.

"Kita tahu sekarang faktor lingkungan tengah mengalami kesulitan untuk mendaur ulang sampah, terutama sampah plastik. Namun sayangnya, saat ini juga masih banyak masyarakat yang belum bisa menendalikan diri untuk mengurangi penggunaan kemasan berbahan dasar plastik. Untuk itu, kami berperan aktif untuk memberikan contoh cara mendaur ulang sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna. Semoga tahun depan bisa terkumpul sampai 100.000 limbah gelas plastik," jelasnya.

Limbah tersebut disusun sedemikian rupa hingga menyerupai bola-bola besar seperti bentuk bumi. Kemudian, diberi warna-warna klasik natal, yaitu hijau dan merah sesuai dengan tajuk kick off tahun ini, Classical Christmas and Year End Celebration. Hiasan tersebut pun menggantung cantik menghiasi instalasi pohon Natal setinggi 12 meter.

Selain pesan pelestarian lingkungan yang terus dikampanyekan, Natal di Lippo Village tahun ini juga tidak melupakan nilai perdamaian dan kehangatan antar umat beragama. Saat penyelenggaraan kick off ini, TMD menyelenggarakan sebuah pertunjukan seni dan juga atraksi menarik yang bisa dinikmati oleh publik secara gratis.

Mereka yang terlibat adalah siswa dan siswi Sekolah Pelita Harapan (UPH), Sekolah Dian Harapan (SDH), Hypermart, Rumah Sakit Siloam, Imperial Klub Golf, Hotel Aryaduta dan Country Club, Taman Sari, Menara Matahari, Maxx Box dan lainnya. Sementara aksi menengangkan Sinterklas menuruni Menara Matahari juga menjadi perhatian banyak orang yang lalu lalang di bundaran Matahari.

"Selain untuk melestarikan lingkungan, kita bersama lebih bisa menghargai apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Kami ingin membuat kota ini menjadi semarak, dengan menghadirkan keceriaan yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dan pengunjung yang datang," tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE