Ilustrasi
Kondisi fisik yang menurun bukan berarti tak butuh seks lagi, karena aktivitas ini justru bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja?

Banyak ahli mengatakan bahwa hubungan seks amat bermanfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan para lanjut usia (lansia). Berikut beberapa manfaatnya:

1.    Tidur Lebih Nyenyak
   
    Banyak penelitian menunjukkan bahwa, saat oksitosin terlepas waktu mengalami orgasme, membuat tubuh selain merasa relaks juga mudah kantuk. Inilah yang membuat pasangan suami istri kerap tidur nyenyak usai berhubungan seks. Ketika tidur nyenyak, berat badan dan tekanan darah  akan stabil lagi.
   
2.    Meningkatkan Imunitas Tubuh
   
    Hubungan seks yang berkualitas mampu menekan tekanan darah, stres dan memperkuat sistem imunitas sehingga tubuh lebih sehat.

3.    Mengurangi Risiko Serangan Jantung
   
    Dalam Journal of Epidemiology and Community Health disebutkan bahwa, bercinta juga bisa memperkuat saluran pembuluh darah.
   
    Menurut para ahli, frekuensi hubungan seksual ternyata tidak berasosiasi dengan serangan stroke. Setidaknya ini yang ditemukan pada 914 lelaki yang diamati selama 20 tahun.

Pada pasangan lansia, hubungan seks yang dilakukan 2-3 kali seminggu justru menyelamatkan mereka dari risiko serangan jantung. Dan pada kelompok yang hanya melakukan sekali sebulan, risiko terjadinya serangan jantung lebih tinggi.

4.    Meningkat Rasa Percaya Diri
   
    Dari sisi psikologis, hubungan seks membuat lansia lebih percaya diri. Inilah fakta yang ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Texas yang dipubliskasi dalam Archives of Sexual Behavior.

Pendapat serupa dikemukakan pula oleh Gina Ogden, PhD, pakar seks dan keluarga dari Cambridge, Inggris. Ia mengatakan bahwa, hubungan seks yang berkualitas akan diawali dengan rasa percaya diri, cinta, keterikatan, dan ketertarikan.

5.    Mengurangi Rasa Sakit
   
    Saat orgasme, level hormon oksitosin dalam tubuh akan meningkat. Hormon ini merupakan hormon cinta yang membangun keterikatan dan kepercayaan dalam satu pasangan.

University of Pittsburgh dan University of North Carolina yang melakukan penelitian tersebut, mengevaluasi 59 perempuan yang mengalami pramenopause.

Mereka diamati sebelum dan sesudah bercinta dengan suaminya. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ternyata semakin sering ekspresi rasa sayang diekspresikan melalui kontak fisik, hormon oksitosin pun ikut naik.

Nah, saat oksitosin naik, endorfin yang memberi efek bahagia pada manusia pun akan meningkat. Kombinasi inilah yang membuat rasa nyeri atau sakit berkurang atau bahkan hilang.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti melakukan penelitian terhadap 48 sukarelawan. Setelah diminta untuk menghirup oksitosin dan jarinya dicubit, hanya sedikit relawan yang merasa sakit.

Hasil penelitian ini telah dipublikasi di Bulletin of Experimental Biology and Medicine.

6.     Mengurangi Risiko Kanker Prostat
   
Lelaki yang mengalami ejakulasi secara teratur, khususnya saat berusia 20 tahun ke atas, akan terbebas dari risiko kanker prostat di masa tuanya. Penelitian yang telah dipublikasi dalam British Journal of Urology International ini mengamati lelaki yang didiagnosa kanker prostat.

Alhasil para peneliti menemukan asosiasi yang kuat antara kanker prostat dengan frekuensi ejakulasi mereka saat muda.

Responden yang memiliki 4-5 kali ejakulasi dalam seminggu saat berusia 20-an, sangat sedikit yang terkena kanker prostat di masa tuanya.

7.      Memperkuat Otot Panggul
   
    Hubungan seks memang bisa memperkuat otot-otot panggul. Bila otot-otot panggulnya kuat, maka manfaatnya bukan hanya kualitas hubungan seksual yang baik, tapi juga bisa menyelamatkan lansia dari gangguan berkemih (inkontinensia), yang ditandai dengan tidak bisa menahan pipis.

Penulis:

Sumber:Foxnews