Ilustrasi lelaki melihat tayangan bersama.
Film porno tidak hanya memengaruhi kehidupan fisik dan seksual pasangan, tetapi juga kehidupan berpasangan.

Keberadaan film porno di masyarakat sudah tidak bisa ditampik, meski sudah dipersulit untuk akses menonton film porno, tetap saja masih banyak  yang menikmatinya.

Tidak sedikit penelitian mengenai efek dari film porno terhadap kesehatan, baik kesehatan organ seksual maupun kesehatan otak.

Namun, perlu pula diketahui, film porno tak hanya memengaruhi fisik seseorang, tetapi juga kesehatan hubungan dengan pasangannya.

Elysha Krupp, editor majalah online lelaki Askmen mengatakan, film porno mempunyai potensi memengaruhi cara pandang lelaki terhadap kehidupan seksual.

Menurut Krupp, ada beberapa hal yang sering terlihat dalam film porno, padahal dalam kehidupan sebenarnya, hal-hal itu bisa berbahaya bagi kesehatan maupun kehidupan seksual seseorang.

Berikut ini 5 hal yang patut diwaspadai dan penting untuk dihindari terkait kehidupan seksual

 5 hal yang sering terlihat di film porno namun sebaiknya tidak ditiru dalam kehidupan sehari-hari;

1. Hanya fokus kepada lelaki
Di film-film porno, yang memang mayoritas penontonnya adalah lelaki, kebanyakan selalu mengutamakan kepuasan sang lelaki.

"Bahkan ada penghargaan untuk film-film porno yang menampilkan 'servis' layanan oral seks dari perempuan ke lelakinya, tetapi tidak ada penghargaan untuk sebaliknya. Ini contoh yang paling mudah, tetapi benar-benar bisa terlihat dari sana," kata Krupp.

Padahal, di kehidupan sebenarnya, kehidupan seks yang sehat harus mengutamakan kepuasan kedua belah pihak. Harus dua arah. Memberi dan menerima.

2. Seks anal tanpa persiapan.
Tak sedikit film-film porno yang menampilkan tayangan seks anal. Padahal, hubungan seks tipe ini mengandung lebih banyak risiko, terutama dalam kesehatan dan kenyamanan. Karena itu, untuk melakukan seks anal dibutuhkan persiapan lebih.

Sementara di film-film porno, nyaris tak ada persiapan, dan kedua belah pihak seakan selalu siap dan ingin melakukannya. Lebih sering diberikan gambaran, semua bisa dilakukan secara langsung dan seadanya.

Di kehidupan nyata, tidak semua perempuan mau melakukan hubungan selama ini. Butuh pula persiapan mental dan fisik. Belum lagi memperhitungkan kesehatan kedua pihak untuk melakukan seks ini.

3. Seks aman
Film-film porno memang sebenarnya memanjakan imajinasi lelaki dalam bentuk visual. Namun, ketika imajinasi itu terlalu dalam tertanam, bisa dianggap sebagai suatu edukasi dan pemahaman.

Nah, hal ini akan berbahaya jika kehidupan seks bebas, yang banyak dipotretkan dalam film-film porno itu dianggap sebagai suatu gaya hidup untuk diikuti. Namun, ini lebih menyinggung kepada nilai pribadi, dan akan menjadi debat tak berujung.

Lebih penting untuk diperhatikan adalah kebiasaan di film-film porno yang berbahaya adalah memperlihatkan hubungan seksual yang bebas, dalam arti benar-benar bebas, tanpa pengaman.

"Sering memperlihatkan lelaki dan perempuan berhubungan seksual tanpa mengetahui sejarah kesehatan seksual satu sama lainnya. Jarang pula ada kondom di dalam film-film porno. Sepertinya mereka bisa langsung berhubungan seksual begitu saja," kata Krupp yang menambahkan, saat ini banyak kondom yang bisa dijadikan properti untuk membuat kehidupan seksual lebih seru.

4. Bicara kasar
Ungkapan-ungkapan nakal, kata-kata kasar, dan lainnya sering terungkap di film-film porno. Namun, hal ini tidak menjamin bisa membawa perempuan melayang dan suka dengan kata-kata semacam itu.

Di kehidupan sebenarnya, perempuan pun butuh romantisme dan kelembutan, tidak semua perempuan suka dengan hal-hal yang kasar. Sehingga, kembali lagi ditekankan, butuh kesadaran kesetaraan, untuk saling memberi dan menerima, termasuk dalam hal informasi apa yang disukai dan tidak.

Berdiskusi dengan cara yang nyaman dan tidak menjelekkan apa yang pernah dilakukan pasangan adalah hal yang penting agar kedua pihak bisa sama-sama puas.

5. Klimaks
"Di film porno, saat perempuan mencapai klimaks, seakan-akan itu adalah kejadian terhebat sepanjang hidupnya. Sementara saat lelaki mencapai orgasmenya, mereka terlihat seakan lelaki terhebat di dunia. Hal ini bisa memberikan miskonsepsi. Di kehidupan sebenarnya, tidak seperti itu dan seharusnya berjalan natural saja, tidak perlu berteriak-teriak berlebihan," kata Krupp.

Tambahan, di film-film porno sering digambarkan si perempuan mudah sekali "turn on" dan siap untuk beraksi. Di kehidupan sebenarnya, dan seperti banyak diungkap dalam pengetahuan seputar seks, perempuan butuh "pemanasan". Foreplay yang baik dan nyaman bisa membawa kehidupan seks lebih bergelora.

Sebagai tambahan, banyak pula film-film porno memberi gambaran seakan si lelaki paling tahu apa yang dibutuhkan perempuan. Dalam kehidupan sebenarnya, bahkan si perempuan yang memiliki tubuhnya kadang tak terlalu tahu di mana saja titik-titik pada tubuhnya yang bisa membuatnya terangsang.

Sehingga, penting untuk kedua pihak selalu menggali lebih banyak informasi mengenai kehidupan seksual yang benar dan sehat untuk kepentingan bersama.

Sebagian orang akan mengatakan, film porno itu untuk menambah pengetahuan tentang seksualitas, tetapi nyatanya, banyak miskonsepsi terkandung di dalamnya. Supaya seimbang, cobalah pula untuk mencari lebih banyak informasi tentang seks dari literatur medis atau penelitian. 

Penulis: /WEB

Sumber:askmen