Lelaki memahami seksualitas dengan cara yang lebih visual dibandingkan perempuan. Tapi penelitian terbaru mengungkapkan hal itu tidak sepenuhnya benar.

Perempuan juga sangat terangsang dengan menonton aktivitas seksual.

Penelitian dilakukan di Kanada, di Pusat Kesehatan Mental dan Ketergantungan di Toronto. Psikolog dan pemimpin proyek, Chivers Meredith, bersama dengan rekan-rekannya menerbitkan sebuah studi yang melibatkan 100 perempuan dan laki-laki.

Peserta berorientasi secara heteroseksual dan homoseksual. Mereka mengukur tingkat gairah seksual peserta saat mereka menonton berbagai film dengan konten seksual, seks antara dua orang (beberapa homoseksual dan pasangan heteroseksual), masturbasi oleh seorang perempuan dan seorang lelaki, orang telanjang berolahraga, dua kera bonobo, yang mirip dengan simpanse kawin.

Para peserta paling tidak terangsang dengan orang telanjang berolahraga, dan mayoritas paling terangsang oleh hubungan seksual. Tingkat gairah lelaki, dipengaruhi orang yang berpartisipasi dalam hubungan seksual. Laki-laki heteroseksual terangsang oleh masturbasi perempuan, hubungan seksual heteroseksual. Dan mereka kurang terangsang oleh  perempuan telanjang yang berolahraga dan hampir tidak ada yang terangsang menyaksikan kera berhubungan seks.

Lelaki homoseksual terangsang oleh laki-laki masturbasi, hubungan homoseksual, lelaki telanjang berolahraga, tapi mereka tidak tertarik pada kera yang berhubungan seks.

Sedangkan perempuan, terangsang oleh tindakan seksual itu sendiri. Mereka juga terangsang dengan lelaki dan perempuan masturbasi serta kera kawin. Perempuan homoseksual adalah sebuah pengecualian, karena mereka tidak menanggapi masturbasi laki-laki dan orang telanjang yang berolahraga.

Penelitian itu melibatkan seratus orang, memang tidak cukup representatif, tetapi masih memberikan wawasan baru pada seksualitas perempuan. Fakta bahwa perempuan jarang menonton film, membaca majalah dan melihat gambar yang memiliki konten erotis tidak berarti bahwa mereka tidak tarangsang.

Dalam saat-saat tertentu, perempuan terangsang oleh segala sesuatu, terlepas dari kaitan dengan seksualitas, dan itulah mengapa kehidupan seks mereka jauh lebih kompleks dan mendalam dari kehidupan seks laki-laki.

Penulis: