Kuncinya berpikir positif dan terbuka.

Di masyarakat berkembang mitos bahwa penuaan akan mematikan pula hasrat seks. Yang sebenarnya terjadi adalah, sebagian manula itu tengah pensiun dari urusan ranjang, namun sebagian lagi masih bergairah untuk menuntaskan hasrat seks mereka.

Salah satunya adalah Joan Price yang berusia 60 tahun. Seperti dikutip dalam buku Naked At Our Age: Talking Out Loud About Senior Sex, saat Joan berusia 57 tahun, ia jatuh cinta dengan seorang lelaki berusia 64 tahun. Keduanya kemudian menikah dan mengaku sangat menikmati hubungan intim. Bahkan dilakukan sangat panas, layaknya pasangan muda, sampai akhirnya mereka terpisahkan oleh maut.

Mungkin kisah dalam buku tersebut akan membuka mata dan Anda tidak akan berpikir lagi, jika seks dibatasi oleh usia.

Namun tidak dapat dipungkiri, jika penuaan akan membawa perubahan seksual. Yang paling tampak adalah gairah atau semangat untuk melakukannya. Tidak seperti pasangan usia muda yang bisa jadi selalu berpikiran tentang seks. Bahkan mereka mampu melakukannya berkali-kali dalam satu hari.

Kuncinya bagi para manula untuk tetap memiliki gairah seks adalah berpikir positif dan terbuka. Hal tersebut akan memudahkan Anda untuk menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk tubuh dan psikologis. Bahkan menurut penelitian, seks di usia tua dapat memberikan semangat atau gairah serta keintiman yang lebih dalam dengan pasangan.

Anda pasti penasaran, berapa banyak pasangan usia tua yang masih bergairah melakukan hubungan seks?

Tahun 2007, Universitas Chicago melakukan survei tentang kehidupan seks secara nasional. Survei tersebut mendata masyarakat berusia 57 hingga 85 tahun. Pertanyaannya sangat mudah, apakah dalam waktu 12 bulan terakhir mereka melakukan hubungan seks?

Hasilnya, pihak lelaki yang menjawab ya (berdasarkan usia)
 
57-64: 84% 

65-74: 67% 

75 sampai 85: 39%

Perempuan menjawab ya (berdasarkan usia)
 
57-64: 62% 

65-74: 40% 

75 sampai 85: 17%


Dari survei tersebut disimpulkan, lebih dari separuh kaum lelaki lebih aktif secara seksual sampai usia 75 tahun, sementara perempuan hingga 65 tahun.  Selain itu, sejumlah alasan kesehatan (diabetes, jantung dll) mengganjal pasangan manula untuk melakukan hubungan seks. Alasan terakhir dan banyak disebutkan adalah kehilangan pasangan.

Kehilangan pasangan merupakan masalah khusus pada perempuan. Karena rata-rata, perempuan hidup lebih lama dari Lelaki sehingga mereka menghabiskan sisa usia dengan menjadi janda. Apalagi kebanyakan, kaum perempuan menikah dengan lelaki yang usianya lebih tua.

Lantas, apakah penuaan mengurangi kepuasan seksual?

Sebuah survei dilakukan Newsweek tahun 2001 dengan sampel yang representatif dari 801 orang Amerika berusia 45 sampai 65 tahun.

Ketika menjawab pertanyaan, "Apakah Anda menikmati seks saat ini seperti saat muda?"
Jawaban mayoritas adalah 57 persen lelaki dan 59 persen perempuan mengatakan ya. Mereka merasa melakukan hubungan seks di usia yang sudah tidak muda lagi tidak menghilangkan kenikmatan seks itu sendiri, bahkan ada yang menjawab bisa lebih baik.

Peneliti dari Inggris juga menyimpulkan hal yang sama saat melakukan survei kepada 4000 orang dengan usia manula. Tiga per empat dari responden di bawah 45 tahun mengatakan bahwa mereka merasa puas secara seksual, Sementara untuk responden di atas 65 tahun, angka tersebut hampir sebanding dengan hasil survei para responden yang usianya lebih muda. "Saat ini saya 61 tahun dan saya menikmati seks dengan istri saya. Kami melakukannya sampai berulang-ulang sama seperti saat kami menjadi kekasih 40 tahun silam," ujar salah satu responden.

Permasalahan seputar seks tentu akan berubah dimakan usia. terlebih setelah masa menopause, perempuan tentu saja mengalami kekeringan di bagian vagina dan atrofi vagina. Ditambah dengan penipisan dinding vagina tentu saja hal tersebut berpotensi membuat hubungan intim tidak nyaman lagi.

Sementara permasalah yang ada di kaum lelaki adalah masalah gairah dan ereksi. Banyak yang berusaha memancingnya dengan masturbasi, namun seringkali hal tersebut tidak bekerja dengan baik dan tidak dapat diandalkan.

Namun jangan pernah berpikir Anda tidak bisa ereksi, sebab banyak cara yang dapat dilakukan seperti pijatan di wilayah dekat organ intim untuk merangsang, oral seks atau dibantu dengan sex toy.

Banyak para manula mengkhawatirkan, jika kesulitan ereksi mereka pun akan kesulitan merasakan orgasme. Anda jangan khawatir, sebab hasil penelitian menunjukan jika ereksi pasti akan menimbulkan sensasi dan tentunya Anda akan menikmati orgasme yang memuaskan.

Jadi, jangan pernah merasa usia menghambat untuk tetap melakukan hal romantis bersama pasangan Anda. Nikmatilah sensasi seks Anda dengan pasangan dalam usia berapapun, dimulai saat Anda sudah dewasa,

Penulis: /SES

Sumber:psychologytoday.com