Ilustrasi kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

Jakarta - Dalam pidato pembukaan hari kedua Pertemuan Tingkat Tinggi atau High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) di Bali, hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan salah satu pimpinan, mengingatkan kembali bahwa agenda utama pembangunan global adalah pengentasan kemiskinan.

Oleh karena itu menurutnya, kesejahteraan harus menjadi hal yang diupayakan oleh negara-negara yang turut dalam agenda ini. Sehubungan dengan itu, kata SBY pula, kesejahteraan tak bisa diartikan sebatas pertumbuhan ekonomi semata.

"Kita semua pasti sepakat bahwa kesejahteraan lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi. Kita semua membutuhkan transformasi ekonomi dan sosial yang memampukan masyarakat terangkat dari kemiskinan. Hal tersebut membutuhkan peran pemerintah," ungkap Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, sebagaimana disampaikan melalui rilis kepada wartawan, Rabu (27/3).

Peran pemerintah, menurut SBY pula, menjadi hal yang sentral untuk mewujudkan agenda pembangunan tersebut. Pemberdayaan manusia dan lapangan kerja menurutnya menjadi kunci pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, dia meminta agar delegasi dari 27 negara yang hadir, yang merupakan perwakilan pemerintah masing-masing negara, makin gencar dalam memperluas lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing, melakukan peningkatan teknologi dan inovasi, serta pembangunan infrastruktur domestik di masing-masing negara.

Dijelaskan SBY, agenda utama pembangunan global pasca 2015 yang akan disusun dalam pertemuan ini, harus mencapai sasaran yang tepat. Untuk mengakhiri kemiskinan, maka menurutnya kebutuhan dasar setiap individu harus terpenuhi. Kebutuhan tersebut antara lain adalah kesehatan, pendidikan, makanan, energi, air bersih dan tempat tinggal.

"Itulah sebabnya, yang kita tekankan bersama dalam agenda pertemuan ini adalah pertumbuhan bersama, kesetaraan, pelestarian lingkungan, perdamaian, keamanan, keadilan dan kebebasan," lanjut SBY.

Untuk diketahui, pertemuan keempat HLP ini diselenggarakan untuk merumuskan rekomendasi agenda pembangunan global pasca 2015 yang akan diserahkan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Penulis: Ezra Sihite