Tomy Winata: Bukan Kerajaan Bisnis, Tapi Membangun Masyarakat dan Lingkungan

Tomy Winata: Bukan Kerajaan Bisnis, Tapi Membangun Masyarakat dan Lingkungan
Pendiri Yayasan Artha Graha Peduli Tomy Winata menyerahkan undangan Pusat Konservasi Alam Tambling kepada Direktur Eksekutif UNODC Yury Fedotov pada Sidang Komisi Narkotika dan Obat-obatan (CND) ke-56 di Wina, Austria. ( Foto: Istimewa )
Heri Soba Sabtu, 20 April 2013 | 15:12 WIB

Jakarta - Pengusaha dan pendiri Artha Graha Group Tomy Winata mengatakan targetnya dalam berbisnis adalah membangun negara, membantu masyarakat dan lingkungan.

Para pengusaha seharusnya tidak hanya berorientasi keuntungan semata. “Saya tidak membangun kerajaan bisnis, melainkan masyarakat dan lingkungan," katanya dalam wawancara dengan televisi CNBC, Sabtu (20/4).

Kepada Christine Tan dari CNBC, Tomy menambahkan, pembangunan masyarakat atau membantu meningkatkan kesejahteraan dan negara merupakan hal yang sangat penting.

Hal itu berarti sudah membantu negara dan pemerintah, termasuk mengembangkan perusahaan untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bagi saya, profit adalah nomor kelima, terakhir. Nomor pertama adalah membantu negara, membantu pemerintah. Kedua, membantu masyarakat. Ketiga, membangun lingkungan. Keempat, mendorong kemajuan perusahaan untuk menyerap banyak tenaga kerja. Kelima baru profit untuk pribadi,” kata dia.

Untuk itu, Tomy menegaskan bahwa dirinya tidak membangun kerajaan bisnis, tetapi mendorong setiap usaha dalam kelompok usahanya agar bermanfaat bagi banyak orang miskin dan pemerintah.

Sumber: CNBC, Suara Pembaruan
CLOSE