Hatta Rajasa, Menko Perekonomian

Jakarta - Menko Perekonomian merangkap Menteri Keuangan Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah akan merevisi asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013.

Kebijakan itu ditempuh menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan pemberian kompensasi kepada rakyat terdampak kenaikan.

Rencananya, pemerintah akan mengajukan draf APBN-P 2013 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Yang pokok adalah akan terjadi perubahan asumsi dasar dalam APBN-P 2013,” kata Menko Hatta di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin (13/5).

Pada APBN 2013, pemerintah menetapkan asumsi dasar yang terdiri atas, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen, laju inflasi pada tingkat 4,9 persen, dan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tahun 2013 sebesar Rp 9.300/dolar AS.

Sedangkan tingkat suku bunga SPN tiga bulan pada 2013 diperkirakan sebesar 5,0 persen, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di pasar internasional diperkirakan 100  dolar AS per barel, dan lifting minyak dan gas bumi Indonesia pada 2013 diperkirakan mencapai 2.260 ribu barel setara minyak, yang meliputi lifting minyak sebesar 900 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.360 ribu barel setara minyak.

“Memang harus dilakukan revisi karena terjadi dinamika. Pertumbuhan ekonomi harus dikoreksi menjadi kisaran 6,2-6,4 persen. Range-nya sekitar itu, kalau inflasi, kita liat dampak kenaikan harga BBM bersubsidi, sebab kenaikan harga BBM itu tentu akan menambah inflasi, di sekitaran tambahan 1,6 persen,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah progresif untuk mengendalikan laju inflasi sehingga tidak berdampak buruk bagi kinerja ekonomi nasional.

“Inflasi bisa kita kendalikan apabila kita bisa kendalikan sistem logistik dengan baik. Jadi tidak ada expected inflation dan second reound effect terhadap inflasi, apalagi spekulasi,” jelas Hatta.

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily