Ilustrasi Migas.

Jakarta - Pemerintah menawarkan 21 blok minyak dan gas baru pada lelang tahap pertama tahun ini. Dua blok merupakan blok gas nonkonvensional.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Edy Hermantoro mengatakan, keberhasilan penawaran ke-21 blok tersebut akan menambah cadangan migas nasional demi generasi mendatang.

"Keberhasilan penawaran blok baru ini akan menambah cadangan minyak 3,1 milyar barel dan gas 57,6 triliun kaki kubik," kata dia dalam penutupan konvensi dan eksibisi Indonesian Petroleum Association (IPA), Jumat (17/5).

Dia menjelaskan, 19 blok migas yang dilelang merupakan blok migas konvensional. Sementara dua blok lainnya yaitu blok gas nonkonvensional jenis gas dangkal (shale gas). Untuk blok migas konvensional, sebanyak 16 blok ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung dan 3 blok lewat lelang reguler. Sementara blok gas nonkonvensional melalui penawaran langsung.

Ke-3 blok migas konvensional yang ditawarkan melalui lelang reguler adalah Blok Sumba Sawu dan East Seringapatam di lepas pantai Sumba, serta East Abadi di lepas pantai Maluku.

Sementara ke-16 penawaran langsung adalah blok Palmerah Baru di daratan Jambi dan Sumatera Selatan, Sakti di lepas pantai utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Blok North Madura II dan North East Madura IV di lepas pantai utara Madura, Anugerah di lepas pantai Jawa Timur, East Bontang di Kalimantan Timur, dan North Adang di Selat Makassar.

Blok selanjutnya yaitu South Sulawesi I dan South Sulawesi II di Sulawesi Selatan, South East Sulawesi I dan South Sulawesi II di lepas pantai Sulawesi Tenggara, West Abadi dan Yamdena di lepas pantai Maluku, South Aru di Pulau Aru, Bird's Head di lepas pantai utara Papua Barat, serta Merauke di daratan Papua.

Sementara untuk blok gas nonkonvensional yaitu MNK Barumun di daratan Sumatera Utara dan Riau serta MNK West Tanjung di daratan Kalimantan Tengah.

Ketentuan pokok dan syarat kontrak kerja sama seluruh blok yang ditawarkan akan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagi blok yang rendah resiko, pemerintah menerapkan komitmen pemboran sumur eksplorasi sebagai komitmen pasti 3 tahun pertama masa eksplorasi.

"Kemudian untuk blok di wilayah terpencil dengan resiko tinggi, tidak ada komitmen pasti. Pemenang blok hanya diharapkan segera melakukan pemboran bila data sudah mencukupi," jelas Edy. Pengambilan dokumen lelang bisa dilakukan mulai Juni tahun ini.

Investor Daily

Penulis: AYU/FMB

Sumber:Investor Daily