Ilustrasi menghitung uang rupiah

Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan setelah dilantik, Menteri Keuangan Chatib Basri akan menghadapi dua tugas berat, yakni pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 dan RAPBN 2014 bersama DPR.

Pemerintah telah mengajukan dua rancangan tersebut kepada DPR baru-baru ini, meskipun yang baru dibahas di sidang paripurna adalah asumsi makro ekonomi 2014.

“Pak Chatib tidak banyak waktu untuk rileks, karena besok saya yakin DPR menunggu pak Chatib. Ada dua tugas yakni menuntaskan RAPBN-P 2013, pemerintaah mengusulkan berbagai paket tekait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Lalu menuntaskan RAPBN 2014,” tutur Hatta dalam acara serah terima jabatan Menteri Keuangan dikantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/5).

Hatta menjelaskan, dua tugas tersebut tidak ringan, khususnya pembahasan RAPBN-P 2013 bersama badan angaran (banggar) karena banyak perubahan asumsi makro.

Penyusunan draf perubahan postur APBN tersebut juga dinilai banyak menguras tenaga dan pikiran para pejabat eselon I Kemkeu untuk menyelesaikannya dalam waktu singkat demi mengejar target pembahasan dalam bulan ini.

Adapun tugas RAPBN 2014 juga dinilai tidak kalah penting karena menyangkut pengelolaan keuangan pemerintah dalam periode setahun kedepan ditengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu. Selain itu, katanya Menkeu juga bertugas menyelesaikan laporan-laporan pelaksanaan APBN tahun berjalan yang akuntabel.

Dia kembali menegaskan Menkeu Chatib Basri tidak perlu melakukan adaptasi atau belajar dalam menjalankan tugasnya. Dia yakin Menkeu bisa melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik dengan dukungan seluruh pejabat di Kemkeu.

“Saya mengenal pak Chatib, di berbagai sektor ikut melakukan pembahasan. Tugas-tugas yang diemban dan bagaimana melaksanakan fisi misi Kemkeu bisa dijalankan dengan tuntas,” katanya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan presiden telah memberikan tiga tugas utama yakni menjaga fiskal secara hati-hati, menjamin pertumbuhan ekonomi sesuai target 6,5 persen dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Mau tidak mau sumbernya harus dijaga, temasuk konsumsi dan investasi. Perlu dipikirkan mengenai skema atau insentif yang menjamin fiskal itu bisa mendukung pola investasi yang ada sehingga bisa dijaga di level yang baik. Ini tidak mudah. Untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, maka struktur budget itu harus diarahkan ke investasi yang menciptakan lapangan kerja,” jelas dia.

Chatib berharap pembahasan dua tugas RAPBN bisa diselesaikan dalam waktu tidak lama. pembahasan dengan Banggar DPR ini dinilai sangat krusial karena ada perubahan asumsi makro, isu kompensasi dan isu perubahan struktur anggaran K/L.

Dia juga berjanji akan berupaya mengubah presepsi bahwa berhubungan dengan Kemkeu sangat sulit, terkait dengan anggaran, birokrasi dan perbintangan atau blokir.

Meskipun diwajibkan menjaga governance, namun Kemkeu dinilai harus bisa mengubah sikap menjadi penolong (helper) terutama bagi K/L supaya bisa mempercepat penyerapan anggarannya.

Investor Daily

Penulis: WYU/WBP

Sumber:Investor Daily