Sebuah perahu melintas saat terjadinya gerhana matahari cincin di Pantai Sanur, Bali, Jumat (10/5).

Denpasar - Sektor penggalian dan konstruksi di Bali memberikan andil yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I/2013, berkat pembangunan insfrastruktur menyambut Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Asia Pasifik (APEC) Oktober 2013.

"Sektor penggalian tumbuh 3,10 persen dan kontruksi 3,05 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa di Denpasar, Sabtu (25/5).

Bali dalam menyambut APEC telah melakukan berbagai persiapan antara lain membangun perluasan bandara Ngurah Rai dan pembangunan jalan tol di atas perairan (JDP) yang sudah hampir rampung.

Upaya itu mendorong pertumbuhan yang signifikan sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap bahan bangunan, khususnya bahan galian.

Gede Suarsa menjelaskan, perekonomian Bali pada triwulan I/2013 tubuh sebesar 6,71 persen, lebih tinggi dari triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 6,09 persen.

Hal itu menunjukkan keadaan perekonomian Bali lebih baik dibanding kondisi yang sama pada triwulan sebelumnya. Demikian pula pertumbuhan persektor menunjukkan sektor konstruksi berkembang pesat.

Perekonomian Bali yang tumbuh 6,71 persen itu, kontribusi terbesar dari Kota Denpasar 1,53 persen dan Kabupaten Badung 1,62 persen.

Hal itu menunjukkan bahwa perekonomian Bali sangat tergantung pada kondisi ekonomi di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Kondisi Kota Denpasar tidak lepas dari perannya sebagai ibukota Provinsi Bali, pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan.

"Sedangkan Kabupaten Badung berkat tumbuhnya sektor pariwisata yang cukup pesat sehingga memberikan andil yang cukup besar terhadap perekonomian Bali," ujar Gede Suarsa.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT