Petugas SPBU  menyiapkan alat peraga berisi harga BBM setelah dinaikkan

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik berharap Komisi VII DPR menyetujui usulan perubahan asumsi energi yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 yang diajukan pemerintah.

"Kami mohon dengan hormat kalau ini bisa diputuskan disini, sehingga pembahasan bisa pindah ke badan anggaran," kata Jero dalam rapat kerja Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (28/05).

Jero menjelaskan sejumlah usulan perubahan yang diajukan pemerintah. Usulan itu antara lain harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) menjadi US$ 108 per barel, lifting minyak sebesar 840 ribu barel per hari (bph), lifting gas sebesar 1.240 juta barel setara minyak per hari, volume elpiji 3 kilogram sebesar 4,39 juta ton serta penambahan alpha BBM subsidi sebesar Rp 50 per liter. Selain itu mengenai perubahan kuota BBM subsidi menjadi 48 juta kilo liter dengan rincian premium sebesar 30,77 juta kilo liter, solar sebesar 16,03 juta kilo liter dan minyak tanah 1,2 juta kilo liter.

Lebih lanjut Jero mengungkapkan kenaikan harga BBM subsidi akan berdampak terhadap masyarakat tidak mampu. Dia mengatakan pemerintah akan memberi proteksi tambahan berupa beras miskin, beasiswa, serta bantuan langsung sementara masyarakat.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami. Walupun kenaikan BBM tidak perlu meminta persetujuan DPR. Tapi BBM naik maka terjadi inflasi 7,2 persen. Kenaikan inflasi ini berdampak ke semua orang," jelasnya.

Hingga berita ini diturun, sejumlah anggota Komisi masih mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai asumsi perubahan yang diajukan pemerintah.

Penulis: Rangga Prakoso