Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kanan) bersama Menteri Pertanian Suswono (kiri) memimpin pembahasan program percepatan impor daging sapi bersama sejumlah pengusaha, di Jakarta.

Pontianak - Berdasarkan hasil validasi hingga 29 April 2013, kegiatan ekonomi yang dilaksanakan di Koridor Ekonomi (KE) Kalimantan memiliki nilai investasi sebesar Rp 741 triliun.

Proporsi nilai investasi terbesar untuk KE Kalimantan adalah proyek minyak dan gas dengan nilai investasi hampir Rp 237 triliun. Selanjutnya, batubara sebesar Rp 211 triliun, dan bauksit senilai Rp 106 triliun.

Menteri Pertanian Suswono, yang juga Ketua Tim Kerja Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Ekonomi Kalimantan mengemukakan hal tersebut pada Rapat Koordinasi Implementasi MP3EI Koridor Ekonomi Kalimantan, di Pontianak, Selasa (11/6).

Hadir pada kesempatan itu Menko Perekonomian, Menteri Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta para Gubernur dan Bupati/Walikota di wilayah Kalimantan.

"Dari 223 kegiatan ekonomi koridor ekonomi Kalimantan, 58 kegiatan atau 27 persen kegiatan ekonomi sudah valid dengan nilai komitmen investasi sebesar Rp 281 triliun," terang Suswono.

Lebih lanjut Suswono mengemukakan, salah satu pilar pendukung kegiatan sektor ekonomi adalah konektivitas.

Kegiatan konektivitas di KE Kalimantan terdiri atas pembangunan bandara sebesar Rp4 triliun, pelabuhan sebesar Rp13,6 triliun, kereta api Rp 56,5 triliun, jalan Rp33,6 triliun, energi Rp28 triliun, dan infrastruktur lainnya Rp 21,6 triliun.

Adapun sumber pembiayaan proyek konektivitas tersebut berasal dari dana APBN, swasta, BUMN, maupun campuran dengan total keseluruhan mencapai Rp158 triliun.

Sementara itu, lanjut Suswono, terkait dengan terhambatnya pelaksanaan investasi food estate di Ketapang dan Bulungan, hal tersebut dikarenakan lambatnya ijin hak pakai lahan untuk usaha pertanian dan keterbatasan infrastruktur jalan maupun sarana irigasi spesifik lokasi.

"Tentunya diperlukan upaya terpadu dan terintegrasi untuk mengatasi ini semua," kata Suswono.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:PR