Pemimpin ekonomi Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi sejumlah pemimpin ekonomi negara APEC memberikan sambutan saat membuka 'ABAC Dialogue With Leaders' KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10).

Nusa Dua - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara resmi menyampaikan tujuh butir kesepakatan bersama para pemimpin Asia-Pasifik yang menghadiri KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, 6-8 Oktober 2013.

Dikatakan, tujuh butir itu merupakan hasil dari pertemuan dua hari yang digelar di Hotel Sofitel, Bali. Adapun kesepakatan itu terdiri atas, pertama, bahwa para pemimpin ekonomi APEC berkomitmen untuk melipatgandakan usaha dalam mewujudkan Bogor Goals pada 2020.

"Seiring dengan komitmen tersebut, kami sepakat mengambil langkah lanjut untuk memberdayakan, merangkul, dan membuka kesempatan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), agar berpartisipasi dalam proses APEC dan mendapatkan manfaat dari proses itu," kata SBY saat memberikan pernyataan pers, di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10).

Pada kesempatan itu, Presiden SBY didampingi 16 pemimpin ekonomi APEC. Sejumlah kepala negara/kepala pemerintahan tidak hadir, seperti Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri (PM) Thailand Yin Luck Shinawatra, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, juga Menlu AS John Kerry. Mereka sudah bertolak dari Bali menuju Brunei Darussalam, untuk menghadiri KTT ASEAN dan Asia Timur, 9-10 Oktober 2013.

Dipaparkan lagi, dalam butir kesepakatan kedua, para pemimpin setuju untuk meningkatkan perdagangan intra APEC atau intra kawasan, melalui fasilitas perdagangan, pembangunan kapasitas, dan memberdayakan sistem perdagangan multilateral. Ini menurut SBY adalah suatu pengakuan, di mana meskipun promosi, kerja sama perdagangan intra APEC bisa memberikan manfaat nyata bagi negara-negara anggota APEC, keberhasilan dari rezim multilateral tetap masih sangat penting.

Berkaitan dengan itu, para pemimpin, menurut SBY, menyetujui deklarasi yang mendukung sistem perdagangan multilateral. Para pemimpin juga sepakat untuk memastikan keberhasilan dari Konferensi Tingkat Menteri WTO di Bali, pada bulan Desember 2013.

"Ketiga, kami sepakat untuk mengakselerasi APEC secara utuh, institusional, dan konektivitas antarmasyarakat. Berkaitan dengan itu, para pemimpin memandang bahwa lanskap strategis bagi konektivitas di kawasan dilakukan dalam kerangka pembangunan dan investasi di bidang infrastruktur," lanjut Presiden SBY.

Selain itu, menurut SBY lagi, para pemimpin juga berbagi pandangan bahwa konektivitas dapat mengurangi biaya produksi dan transportasi, memperkuat supply-chain di kawasan, serta meningkatkan iklim bisnis di Asia-Pasifik. "Pada waktu yang bersamaan, pembangunan infrastruktur dan konektivitas akan memastikan terciptanya lebih banyak lapangan pekerjaan dan kepastian kerja," katanya.

Butir keempat, kata Presiden lagi, bahwa para pemimpin yang hadir pada KTT APEC 2013 memastikan komitmennya untuk mecapai pertumbuhan global yang kuat, seimbang, berkelanjutan, dan inklusif. Dalam prosesnya, para pemimpin menyepakati untuk memfasilitasi penguatan partisipasi pengusaha UKM, kalangan pemuda, dan kaum perempuan.

Masih menurut Presiden SBY, yang kelima, terkait kelangkaan sumber-sumber yang ada, para pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi, dan kelangkaan sumber daya air. "Usaha ini bertujuan untuk mengatasi tantangan peningkatan populasi penduduk dan dampak perubahan iklim. Pada KTT APEC 2013 di Bali, kami mulai memikirkan masalah secara holistik," katanya.

Poin keenam, para pemimpin ekonomi APEC juga dinyatakan sepakat untuk memastikan sinergitas dan sikap saling melengkapi antar ekonomi APEC dengan proses multilateral dan regional, seperti KTT Asia Timur dan G20. "Ini penting, karena dunia kita ini ditandai dengan arsitektur kerja sama ekonomi yang beragam," kata Presiden SBY pula.

Sementara dalam butir ketujuh, para pemimpin juga menyepakati bahwa kemitraan erat dengan kalangan dunia melalui APEC Business Advisory Council (ABAC), sangat penting untuk mencapai tujuan perdagangan bebas dan terbuka, serta investasi. Kemitraan erat dinilai akan menghasilan win-win situation, khususnya pada saat ekonomi global belum pulih benar.

"Semua kesepakatan dan komitmen ini harus disampaikan kepada dunia, bahwa ekonomi APEC akan terus memainkan peranan signifikan dalam ekonomi global. Saya percaya, seluruh ekonomi APEC dapat berbagi tanggung jawab untuk melaksanakan komitmen-komitmen ini," tandas SBY.

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily