Ilustrasi pajak

Ciputat - Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kismantoro Petrus mengatakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) final 1 persen bagi wajib pajak dengan omzet dibawah Rp 4,8 miliar dapat meningkatkan tax ratio.

Menurut dia PP tersebut fungsinya sangat luas, tidak hanya mewujudkan keadilan pajak di Indonesia namun PP tersebut secara tidak langsung bisa membuat tax ratio menjadi lebih baik. Kismantoro mengatakan saat ini tax ratio di Indonesia mencapai 11 persen terhadap PDB. Jika dibandingkan dengan Jepang dan Jerman tax ratio Indonesia tergolong masih kecil karena kesadaran orang membayar pajak masih kurang.

Kismantoro menjelaskan tax ratio adalah presentase jumlah atau penerimaan pajak terhadap PDB, salah satu faktor yang menentukan besaran tax ratio di suatu negara adalah tingginya kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak untuk membangun negara dan cakupan objek pajaknya juga luas.

Menurut dia salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia adalah masih didominasi wajib pajak badan khususnya perusahaan perusahaan besar tetapi pelaku usaha kecil dan menengah sangat jarang membayar pajak ditambah Ditjen Pajak juga tidak pernah menagih pajaknya, dengan adanya PP No 46 Tahun 2013 setiap pelaku usaha kecil dan menengah dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) final 1 persen.

" PP No 46 Tahun 2013 membuat tax ratio menjadi lebih tinggi karena wajib pajaknya semakin melebar, penerimaan pajak juga bisa bertambah asalkan membayar pajaknya dengan benar," ujar dia ketika ditemui dalam acara Seminar Ditjen Pajak" Capres Bicara Pajak" di Auditorium Utama Syahida Gedung Pasca Sarjana UIN, Ciputat, Rabu (13/11).

Kismantoro mengatakan Ditjen Pajak akan terus melakukan sosialisasi PP No. 46 Tahun 2013 ini ke beberapa daerah di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak.

Dia mengatakan selain mempercepat sosialisasi PP No. 46 Tahun 2013 untuk menambah penerimaan pajak, Ditjen Pajak juga berencana menaikan tarif pajak terhadap orang kaya. Menurut dia Ditjen Pajak akan menaikan tarif pajak mobil mewah hingga 100 persen.

Kismantoro mengatakan jika tarif pajak orang kaya dinaikan maka kesejahteraan rakyat juga semakin baik karena salah satu tujuan pajak adalah menciptakan keadilan sosial.

" Tarif pajak orang kaya akan dinaikan, yang menjadi incaran yaitu mobil mobil mewah kalau bisa pajaknya sampai 100 persen," ungkap dia.

Investor Daily

Penulis: DHO/FMB

Sumber:Investor Daily