Seorang petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Jakarta. Pemerintah berencana menerapkan pembatasan BBM bersubsidi April 2012.
Seorang petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Jakarta. Pemerintah berencana menerapkan pembatasan BBM bersubsidi April 2012. (sumber: EPA)
Jadi diturunkan subsidinya dengan cara dinaikkan harganya. Sekarang ini sedang dihitung

Pemerintah sedang menghitung besaran yang pas untuk opsi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis premium menjelang pembatasan BBM yang akan dilaksanakan April 2012 nanti.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan road map opsi-opsi yang bisa diambil. Menurutnya, saat ini ada opsi yang muncul dari aspirasi di masyarakat yaitu opsi menaikkan harga BBM jenis premium.

”Jadi diturunkan subsidinya dengan cara dinaikkan harganya. Sekarang ini sedang dihitung. (Besaran) yang terbaik, yang paling mungkin dan paling bisa dijangkau daya beli rakyat,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, hari ini.

Di saat bersamaan, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur dispenser untuk opsi konversi dan juga peralihan ke Pertamax.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan saat ini dirinya membahas teknis kenaikan bersama Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo yang menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

Opsi kenaikan BBM hanya bisa dilakukan melalui APBNP karena Pemerintah dan DPR sudah menyepakati APBN 2012 akhir tahun lalu.

Pemerintah mengebut pembahasan APBNP karena untuk mengejar waktu 1 April untuk mengambil keputusan.

”Deadlinenya menunggu setelah rapat kerja saya dengan Komisi VII dan juga raker Menkeu dengan komisi IX dan Badan Anggaran. Nanti (setelah) APBNP nya keluar, mestinya sebelum 1 April sudah clear,” ujarnya.