Karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market PermataBank, Jakarta  FOTO ANTARA/Rosa Panggabean
Karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market PermataBank, Jakarta FOTO ANTARA/Rosa Panggabean
Pekan ini pasar obligasi masih diwarnai aksi ambil untung.

Sentimen positif pemberian dana talangan kedua Uni Eropa kepada Yunani ternyata belum sanggup mendorong investor untuk kembali masuk jangka panjang.

Meski demikian, sejumlah investor masuk di tenor pendek yang memiliki peluang risiko lebih kecil.

'Lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan kemarin tetap berhasil menarik minat investor," kata Corporate Secretary IBPA, Tumpal Sihombing, dikutip dari rilis Indonesia Bonds Pricing Agency (IBPA) di Jakarta dalam keterangan resminya, hari ini.

Menurut Tumpal, hal Ini menunjukkan investor masih memiliki ekpektasi positif terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Tercatat dalam lelang kemarin, total penawaran yang masuk mencapai Rp 22,3 triliun dengan hasil yang diserap mencapai Rp 12 triliun.

Total penawaran terbesar diperoleh oleh FR0062 yang memiliki tenor 30 tahun sebesar Rp 6,6 triliun dan diserap sebanyak Rp 5,7 triliun.

Menurut Tumpal, pada perdagangan kemarin polanya mengalami gerakan mixed. Berdasarkan kurva yield-nya terlihat adanya tekanan naik pada tenor menengah dan tenor panjang, sementara untuk tenor pendek masih mengalami penurunan.

Tumpal memperkirakan, pekan ini pasar obligasi masih diwarnai aksi ambil untung (profit taking). Sehingga meskipun yield mengalami bullish di awal pekan, peluang untuk yield bergerak mixed sewaktu-waktu masih bisa terjadi.