Reaksi pelaju pasar atas kesepakatan para menteri keuangan Uni Eropa memberi dana talangan kedua untuk Yunani senilai 130 miliar Euro disikapi dingin.
"Reaksi pasar terlihat terbatas," kata Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas, Felix Sindhunata di Jakarta, hari ini.
Felix mengatakan, kebijakan tersebut dinilai tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya menenangkan pasar finansial. Pasalnya, tanpa pasar finansial yang stabil sulit memulai proses pemulihan di Yunani dan Eropa. "Dana talangan sebenarnya sudah difaktorkan di pasar finansial," kaat Felix.
Terbatasnya dampak kesepaktan bailout tersebut terlihat dari imbal hasil (yield) obligasi Italia dan Portugal yang terus melemah. Demikian pula dengan indikator persepsi risiko USD indeks yang menunjukan pelemahan. Tetapi apabila dilihat dari gambaran yang lebih lebar sebenarnya risiko pasar masih cukup tinggi.
Menteri Keuangan Yunani semalam menyepakati paket bantuan tahap kedua yang akan dikucurkan secara bertahap hingga 2014. Menteri Keuangan Eropa menyetujui target pengurangan debt to gross domestic product (GDP) rasio Yunani akan berkurang menjadi 120,5 persen di 2020. Untuk tahap awal, dana tersebut untuk melunasi utang jatuh tempo pada Maret mendatang.
Menurut Felix, kesepakatan ini menimbulkan tanda tanya kemampuan Yunani membayar kewajibannya. "Sehingga tidak menyelesaikan masalah di Yunani dan krisis di Eropa secara keseluruhan," kaat Felix.





