Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (sumber: Jakarta Globe)
Saya sudah ambil keputusan dan direktif untuk ditindaklanjuti

Pemerintah mengisyaratkan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan akan membicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas hal tersebut.
   
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, mengatakan opsi menaikkan harga BBM bersubsidi dibicarakan dalam rapat terbatas sebelum sidang kabinet paripurna terkait perkembangan situasi internasional yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
   
"Saya sudah ambil keputusan dan direktif untuk ditindaklanjuti. Dari apa yang berkembang, maka konstruksi kebijakan yang kita tempuh jangka menengah dan panjang konversi bbm ke bbg terus dilakukan, harga bbm mau tidak mau mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, masyarakat yang terdampak atas kenaikan bbm itu, inflasi lain, masyarakat miskin, mesti kita beri bantuan langsung, apakah seperti dulu, atau dimodifikasi mana yang paling tepat," kata Presiden.
   
Kepala Negara mengatakan dengan perkembangan situasi saat ini terutama kenaikan harga minyak mentah dunia, maka pemerintah akan mengajukan usul ke DPR untuk mempercepat pembahasan APBN Perubahan yang semula biasanya dibahas pada pertengahan tahun menjadi dalam waktu dekat.
   
Meski demikian sebelum adanya rapat dan pembahasan dengan DPR maka opsi tersebut masih dalam pembahasan dan bila diputuskan nanti tentunya hal tersebut merupakan yang terbaik bagi rakyat.
   
"Khusus yang pertama tadi masih dalam perencanaan nanti saat setelah kita rumuskan dengan baik maka kita tetapkan sebagai kebijakan. sebetulnya sudah dibicarakan minggu-minggu ini, banyak yang sarankan, sesuaikan saja harga yang pantas, apa yang diputuskan nanti itulah keputusan yang terbaik," tegasnya.