Pemerintah Janjikan Kontrak Dua LRT Diteken Januari Ini

Pekerja beristirahat di lokasi pembangunan Proyek Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Kamis (8/12/2016). (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Oleh: Thresa Sandra Desfika / FMB | Minggu, 8 Januari 2017 | 17:13 WIB

Jakarta-Pemerintah menjanjikan penandatanganan kontrak pembangunan LRT Sumsel dan Jabodebek pada Januari 2017 ini. Untuk mengejar target itu, regulator bersama para stakeholder terkait akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait model pendanaan proyek yang dimaksud pada pekan ini.

"Kemenhub bisa mengeluarkan kontrak setelah angka dari konsultan itu bisa jalan. Kami kan rencana konsultan itu akan final pada 20 Januari. Kontrak untuk Adhi Karya mungkin akhir Januari. Kalau Waskita mungkin dalam minggu ini bisa dapat," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah meninjau pembangunan LRT Jabodebek di Jakarta, Minggu (8/1).

Menhub mengharapkan, pembangunan konstruksi LRT Jabodebek rampung pada pertengahan 2018 dan diharapkan beroperasi secara komersial pada Maret 2019. "Apa yang saya diskusikan dengan Pak Dirut Adhi Karya tadi direncanakan headway-nya kurang lebih 3 menit. Tapi sebenarnya 5 menit cukup. Bisa ada jumlah penumpang yang cukup banyak 16.000 penumpang per jam," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal, LRT Jabodebek baru sampai Cibubur tapi ke depannya akan sampai ke Bogor. Bila hal itu terealisasi, maka Kemenhub akan menyiapkan manajemen antar moda yang lebih komprehensif baik itu untuk KRL, LRT, dan moda transportasi publik lainnya.

"Kami memang akan lakukan suatu manajemen antar moda, kereta api, angkutan jalan, dan LRT dengan baik. Harapannya dengan adanya LRT ini, Bekasi dan Bogor mendapatkan suatu solusi. Nantinya ini terintegrasi dengan MRT yang jadi dengan waktu kurang lebih sama," ujarnya.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT